Syafira berdiri di depan pintu pantry. Ia kembali ke kantor ini lagi setelah tadi meninggalkan kantor saat jam kerja. Tujuannya adalah Anggi. Ia sangat geram dengan gadis itu. "Aku salah mengenalmu. Aku pikir kamu cupu, ternyata suhu. Kalian menghabiskan waktu bersama saat liburan kemarin bukan? Luar biasa diam-diam kamu dan Luka berkencan. Gimana merasakan nikmatnya piala bergilir? Ya, Luka itu digilir banyak wanita. Entah kamu nomor berapa, Nggi?" Hinaan itu membuat Anggi memejamkan mata. "Aku tahu, hubungan kalian terlalu jauh," lanjut Syafira yang sengaja membuat kekacauan di kantor ini lagi. Anggi memejamkan mata untuk meredakan emosi. Syafira jelas merendahkan harga diri Anggi di depan banyak orang saat ini. Anggi tidak akan gentar menghadapi perempuan gila. Adik Prabu itu kini sad

