Rasya sakit? Ah, aku tidak peduli! Memangnya dia sakit apa? Hmmm, siapa peduli! Dia punya keluarganya sendiri ini! Kenapa aku tidak bertanya pada Arsya? Ih, males banget! Nanti kembarannya lapor-lapor! Sudahlah! Tidak perlu dipikirkan, kami tidak memiliki hubungan apa-apa. Saat aku sakit dia tak perlu tahu, begitu pula sebaliknya. “Bu guru, Bu Guru! Begini, bukan hasilnya?” Ya Allah aku sampai lupa kalau sedang memberi tugas kepada anak-anak. Kenapa aku jadi terpikir ucapan Arsya kemarin sore? Padahal semalam aku sudah berusaha mengabaikan semuanya. “Oh, iya! Sini biar ibu periksa.” Aku menerima buku tugas milik siswaku. “Anak-anak yang lain sudah atau belum? Kalau sudah nanti kumpulkan lagi ke bu guru, ya!” teriakku yang mungkin memantul lagi dari sudut ruangan. Suaraku m

