Obi POV. “Kar…..” tegurku kaget karena menemukan Karin keluar dari kamar kosnya. Dia tersenyum. “Elo sama siapa ke sini?” tanyaku mendekat padanya yang mengunci kamar kosnya. “Sendiri” jawabnya. Aku diam mengawasi sampai dia selesai mengunci pintu dan dia masukan kantong celana piamanya. “Kenapa sih Bi?” tanyanya. Aku menggeleng. “Ini elo mau kemana?” tanyaku karena sudah malam. “Makan” jawabnya. Aku diam lagi. “Udah ya Bi, laper” jawabnya beranjak. Aku buru buru mencekal tangannya. “Bareng gue ya?, gue juga mau makan” kataku. Dia menatap cekalan tanganku lalu menatapku. “Putus jadi pacar, bukan berarti kita gak temanankan?, nanti Sinta ngamuk kalo kita musuhan” kataku lagi. Baru dia tertawa. “Emang perawan jendral resek, lepas tangan lo, modus sih lo” omelnya. Aku cenger

