Jadi yaa" jawaban dari kata-kata paman itu sebenarnya ada didalam diri paman sendiri "
Yang artinya tergantung paman dalam menyikapi setiap karakter perempuan itu"
Karena pada dasarnya manusia itu semua baik" tetapi jika kita memandang setiap orang dengan sebelah mata " maka semua orang akan terlihat buruk.
Apakah paman mengerti dengan ucapan salvi?
Ucap Silvi bertanya balik ke paman iparnya itu"
Paman Rasya pun tersenyum sembari mengucap"
Rasya Memeng sangat beruntung mempunyai seorang istri yang cantik, pintar dan baik"
Aqu kagum Dengan kepribadianmu Silvi...
Ucap paman Rasya kesilvi lagi"
Kepribadian yang sangat langka dan sulit untuk ditemukan, hanya lelaki yang beruntunglah yang bisa mendapatkan wanita sepertimu"
Celetuk keluar ucapan dari mulut paman Rasya kesilvi yang selalu mengaguminya"
Tetapi Silvi walau telah terbiasa mendapat pujian seperti itu dari orang-orang yang menyukainya, tetapi ia tetap tidak sombong, karena bagi Silvi manusia itu tidak pantas untuk dipuji, dan sesungguhnya semua pujian itu hanya milik Allah swt.
Maklum, karena Silvi adalah mempunyai pemahaman ilmu agama yang cukup lumayan jadi baginya tidak haus akan pujian atau kehormatan"
Memeng manusia membutuhkan itu semua yaitu salah satunya kehormatan " tetapi bukan berarti manusia harus selalu berlaku ingin dipuji dengan kehormatan dan kebaikan lainya.
Maka dari situlah banyak kaum lelaki yang tertarik dengan kepribadian Silvi" kepribadian yang sederhana namun bisa menenggelamkan...
Sampai-sampai juga paman iparnya mulai menyukainya.
Setelah lumayan lama mengobrol dengan paman iparnya silvi pun meminta izin kepamanya untuk masuk kekamar untuk menidurkan Rafi "
Karena Rafi kelihatanya sudah mulai mengantuk"
Paman " ucap Silvi kepaman iparnya itu"
Saya permisi untuk menidurkan Rafi ya" karena Rafi kelihatanya telah mengantuk"
Tapi minuman tehnya belum diminum ?
Di minum dulu dong ...
Kan saya sepesial buatin untuk kamu Silvi ....
Ucap paman Rasya ke Silvi seakan berharap sekali ke Silvi untuk meminumnya"
Tapi apalah daya"
Rafi terlanjur mengantuk dan tidak bisa di tunda lagi untuk tidurnya..
Jadi ....ya.......
Rencana paman Rasya yang ingin membuat Silvi tertidur dan supaya ia bisa menjamaknya tetapi gagal total dan hanya tinggala rencana.
Hari pun sudah mulai gelap" Rasya juga telah ada dirumah"
Dan seperti biasa" setiap selesai makan malam Rasya dan Silvipun biasa bercengkerama bersama dengan anaknya yaitu rafi"
Dan paman rasya ternyata kerap memperhatikan peristiwa itu, rasa bahagia, tentram dan damai itu terlihat diraut wajah Rasya"
Paman Rasya diam-diam tidak menyukai kebahagiaan Rasya, iya iri dengan yang dimiliki keponakanya itu.
Difikiran paman rasya terlintas juga perasaan ingin menghancurkan rumah tangga Rasya dan Silvi" karena ia cumburu dengan Rasya dan ingin mempunyai seorang istri yang memiliki karakter seperti silvi"
Dengan menggerutuk tanganya sendiri paman rasyapun berujar akan menghancurkan rumah tangga Rasya"
Dan akan merebut Silvi dari Rasya"
Pagi menjelang, aktivitas biasapun tiap hari Silvi lakukan dan waktu itu Silvi lagi mengambil sesuatu didalam gudang, tanpa sepengetahuan Silvi paman rasyapun membuntuti Silvi" setelah Silvi masuk kegudang dan paman rasya langsung ikut masuk lalu mengunci pintu gudang itu sembari mencabut kunci pintunya"
Dan Silvi sangat panik tentunya" tapi kepanikan itu tidak ia tunjukan kepaman iparnya itu"
Kali ini Silvi memiliki cara halus untuk menghadapi pamanya itu"
Paman" ucap Silvi kepaman iparnya itu"
Kenapa paman mencabut kunci pintu itu ?
Dan akan mengambil barang apa di gudang ini?
Biar aqu ambilkan saja ?
Tutur kata yang lembut keluar dari bibir Silvi"
Paman rasyapun menjawab"
Silvi kamu itu orang baik dan sangat langka didunia ini "
Itulah sebabnya aqu berada digudang ini untuk menemanimu"
Dan untuk kunci pintu ini aqu lepas karena aqu tidak ingin terganggu dengan siapapun"
Paman Rasya langsung mendekati Silvi hingga Silvi tidak ada tempat untuk menghindar"
Pamanpun terus memepet Silvi hingga iya berhasil memegang tangannya lalu Silvi iya tarik dan menabrak d**a paman Rasya"
Dengan rasa nafsu yang mulai tinggi paman rasyapun mulai melakukan reaksinya silvi pun sempat mengajukan syarat ke paman iparnya itu"
Paman" aqu akan bantu paman untuk mendapatkan wanita seperti yang paman inginkan tetapi aqu minta tolong biarkan aku keluar dari gudang ini"
Paman rasyapun merespon permintaan Silvi" tetapi masih dalam posisi memeluk tubuh Silvi yang indah itu"
Ia Silvi sayang "
Jawab paman Rasya kesilvi"
Aqu memeng akan melepaskanmu tetapi setelah aqu melakukan apa yang aqu inginkan dengan tubuhmu yang sangat indah ini"
Paman Rasya pun sempat menjamah atau meremas p******a Silvi hingga silvipun membela diri dengan meludai wajah paman iparnya itu"
Tetapi paman Rasya tidak menghiraukannya" dan malah berusaha membuka baju Silvi "seolah-olah ia tidak puas dengan apa yang ia lakukan kesilvi"
Dan karena silvi semakin membela diri hingga akhirnya mereka berdua sama-sama terjatuh di lantai dan tubuh Silvi tertindihi tubuh paman iparnya itu"
Hal itu memang yang paman Rasya nginkan yaitu menikmati tubuh Silvi layaknya suami istri"
Paman rasya pun semakin memuncak napsunya hingga baju Silvi berhasil ia lepaskan" Silvi benar-benar sudah merasa hampir putus asa "
Akhirnya paman rasya setelah berhasil membuka baju yang Silvi kenakan ia langsung melakukan apa yang ia inginkan" yaitu menikmati tubuh Silvi layaknya suami Silvi"
Payudara dan wajah Silvi seolah-olah telah habis dinikmati oleh paman iparnya itu"
Tinggal satu yang belum paman Rasya lakukan yaitu menyetubuhi Silvi"
Karena posisi Silvi yang terhimpit barang digudang akhirnya ia sulit untuk melakukan hal itu"
Dan setelah paman Rasya puas ia pun meninggalkan Silvi begitu saja digudang "
Setelah memakai pakaianya silvi pun langsung masuk kedalam rumah dan menemui neneknya dengan tujuan mengadukannya kenenek"
Tetapi apa yang nenek Rasya lakukan setelah mendengar aduan tentang anak bungsunya itu"
Nenek Rasya malah membelai anaknya yang bersalah itu"
Ia malah menuduh Silvi yang menggoda anaknya terlebih dahulu"
Dan paman Rasya pun girang sekali mendengar pembelaan dari ibunya itu" dan malah menambahi ucapan kesilvi"
Jika kamu berani mengadu kesuamimu hai Silvi"
Berarti kamu telah siap melihat anakmu kehilangan ayahnya"
Silvi pun semakin bingung dan gemetar mendengar ucapan nenek dan paman iparnya itu yang sekongkol melindungi kejahatannya"
Silvi sempat menjawab ucapan nenek rasya yang membela anak kandungnya itu"
Nenek.." ucap Silvi kenenek Rasya"
Bukankah nenek merawat rasya dari kecil hingga ia dewasa ?
Tapi kenapa nek" nenek tega dengan Silvi"
Saya inikan istrinya Rasya nek" cucu nenek juga?
Nenek rasyapun menjawab celotehan- celotehan dari Silvi itu"
Hai Silvi !..
Yang cucu saya adalah Rasya dan bukan kamu.."
Jadi apa yang terjadi dengan kamu itu bukan urusan saya"
Karena saya harus melindungi anak kandung saya dari apapun yang membahayakanya semampu saya"
Jadi kamu tidak usah protes dengan apa yang saya lakukan dirumah ini !..
Kamu disini hanya menumpang ke Rasya dan orang tuanya !
Jadi apapun ucapanmu tidak akan berpengaruh ke saya dan anak saya"
Silvi pun menjawab lagi ucapan neneknya itu"
Nenek Memeng manusia yang tega dan jahat.."
Setelah menjawab nenek Rasya silvi pun langsung lari ke kamar dan menangisi nasibnya''
Yaitu nasib yang tinggal bersama orang tua yang telah lanjut usia atau telah tidak mampu untuk hidup sendiri tetapi masih saja memiliki sifat angkuh dan sombong kesilvi"
Silvi pun hampir seharian menangis dan akhirnya tertidur"
Untungnya anak Silvi yaitu rafi anaknya penurut sekali keorang tua"
Mungkin itu salah satu balasan Allah kesilvi karena ia telah rela merawat nenek Rasya dan juga anak dari paman Rasya"
Allah Memeng zat yang maha baik"
Dalam kondisi tetpurukpun Silvi tetap bersyukur dengan apa yang ia rasakan walau semua itu sangat pahit dan sangat menyakitkan dirinya.
Hari mulai larut sore dan Silvi belum terbangun juga dari tempat tidurnya"
Rasya pun telah pulang dan telah berada didepan pintu gerbang rumahnya sembari mengklakson- klakson mobil nya"
Tiba-tiba nenek Rasya yang keluar rumah dan membukakan pintu gerbang rumahnya"
Dan setelah Rasya turun dari mobil dan langsung bersalaman ke nenek sembari mencium tangan neneknya
Sambil berjalan menuju kedalam rumah Rasya pun bertanya ke neneknya"
Nek ko' tumben ya, nenek yang membukakan pintu gerbang rumah ?
Emang Silvi kemana nek ?
Nenek Rasya pun menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Rasya"
Silvi masih tidur dari tadi siang dan belum kebangun kayaknya"
Rasya pun merasakan aneh dalam fikiranya tentang Silvi"
Gak biasanya lho Silvi kayak gini "
Biasanya ia selalu menyambut suaminya yang pulang dari kerja ( kantor) ?
Pertanyaan-pertanyaan itu terlintas dalam fikiran Rasya"
Dengan langkah kaki yang cepat Rasya langsung menuju kamar tidurnya dimana Silvia ada dikamar itu"
Dan setelah Rasya sampai didalam kamar ternyata memang silvia masih tidur dan anaknya yaitu rafi yang telah terbangun tetapi Rafi walau telah terbangun dari tidur ia tetap tidak mau pergi dari samping ibunya"
Sambil bermain alakadarnya yang ada ditempat tidur misal, selimut dan bantal guling itu yang buat mainan Rafi ketika ia terbangun dari tidur dan ibunya masih tertidur lelap"
Rasya pun langsung menggendong Rafi sembari memperhatikan Silvia"
Karena pada wajah Silvia terlihat merah dan matanya yang bengkak karena menangis hampir seharian"
Dengan seketika setelah Rasya memperhatikan Silvi ia pun langsung mencium kening istrinya dan sembari membangunkan Silvi"
Sayang ..." ucap Rasya dengan ucapan yang lembut dan penuh kasih sayang"
Bangun udah larut sore.."dan sembari mencium kening Silvi.
Silvi pun terbangun karena mendengar suara Rasya dan merasakan ciuman dari suaminya.
Lalu silvi pun terbangun" sembari dengan rasa takut ia memegang tangan Rasya dan balik menciumnya"
Tetapi setelah Silvi mencium tangan Rasya ia tidak mau melepaskannya"
Dari situ terus Rasya bertanya kesilvi"
Ada apa sayang ?
Kenapa wajahmu kemerah-merahan seperti itu ?
Dan kamu kelihatan katakutan sekali?
Apa yang terjadi sayang ?
Terlontar pertanyaan-pertanyaan itu dari bibir Rasya"
Silvia pun menjawab sembari menangis lagi "
Sayang kamu harus janji dulu ya.. sebelum aqu menjelaskan semuanya"
Janji apa sayang ? Jawab Rasya dengan nada mulai panik"
Janji harus menyikapi permasalahan ini dengan kepala dingin, jangan dengan emosi"
Rasya pun menyetujui permintaan dari istrinya itu"
Sambil mengeluarkan air mata yang tak henti-hentinya silvi pun menceritakan apa yang terjadi pada dirinya"
Rasya sayang.." masihkah engkau percaya kepada qu ?
Tanya Silvi ke Rasya suaminya"
Ya percayalah sayang masa nggak siihh.."
Ucap Rasya ke Silvi"
Silvipun menceritakan kronologisnya atau kejadian yang menimpanya tadi pagi menjelang siang"
Tadi sekitar pukul 10:30 aqu pergi ke gudang untuk mengambil alat pemotong rumput"