Hinga suatu hari Silvi masih berada di lantai atas karena dalam posisi sedang menjemur baju dan kebetulan tempat jemuran baju itu ada di lantai paling atas yaitu lantai tiga. Dengan cara diam-diam paman Rasya menyusul Silvi ke lantai atas yang sedang menjemur pakaian, dengan cara sembunyi-sembunyi dari Silvi paman Rasya pun berhasil memegang tangan Silvi dari belakang dan langsung memeluk erat Silvi.
Silvi pun sangat bingung dalam kondisi seperti itu, sedangkan di lantai atas hanya ada Silvi dan paman iparnya itu, tetapi Silvi tidak henti-hentinya berusaha untuk melepaskan diri dari paman iparnya itu, tetapi karena Silvi hanya seorang perempuan dibanding dengan paman Rasya tentunya tenaga Silvi kalah jauh hingga akhirnya paman Rasya pun berhasil mencium wajah Silvi yang putih mulus dan cantik itu.
Paman Rasya pun sembari mengancam kesilvi, jika Silvi sampai mengadu ke ibunya yaitu ke nenek Rasya dan mengadu keRasya maka ia akan menyuruh teman-temanya untuk mencelakai Rasya dan anaknya.
Silvi pun semakin bingung dan ketakutan akan kondisi yang ia alami, dan silvipun terasa lemas ketika mendengar ancaman yang keluar dari mulut paman iparnya itu.
Paman Rasya pun semakin buas dalam menciumi Silvia hingga Silvia pun mengeluarkan air mata yang mengalir dipipinya karena meratapi nasibnya saat ini, Silvi merasa sangat hancur dan tak berdaya dengan ancaman paman iparnya itu.
Dan setelah paman iparnya itu puas menciumi Silvi iya pun rupa-rupanya ingin beralih yang lain yang artinya ingin m*****i Silvi, tetapi sebelum hal itu terjadi terdengar suara nenek Rasya yang memanggil-manggil Silvi akhirnya pun Silvi dilepaskan oleh paman iparnya itu dengan nada yang tidak rela, yang artinya suatu saat ada kesempatan ia akan melakukan hal itu lagi kesilvia.
Silvi pun semakin merasa takut akan sikap paman iparnya itu, karena gak mustahil suatu saat jika ada kesempatan bisa jadi paman Rasya melakukan hal yang tidak di inginkan Silvi itu.
Silvi pun selalu berfikir apa yang harus iya lakukan, Silvi pernah berfikir ingin pindah tempat tinggal, tetapi bagaimana dengan nenek Rasya karena paman Rasya tidak bisa diandalkan untuk merawat ibunya itu, lagian dari rasya kecil hingga sekarang nenek Rasya tinggal bersama Rasya, dan rumah yang ia temapti adalah rumah Rasya juga
Tetapi Silvi tinggal dirumahnya itu merasa bagaikan ibarat orang yang numpang pada orang lain, karena sikap nenek Rasya dan paman Rasya itulah yang membuat hidup Silvi dirumahnya sendiri tetapi bagaikan di neraka.
Kerap Silvi berfikir ingin mengadukan semua yang ia rasakan keRasya tetapi dikala ada kesempatan ternyata Silvi tidak tega, rasa hawatir dan takut kalau Rasya mengetahui semuanya tentang nenek dan pamanya itu selalu menghantui fikiranya Silvi.
Silvi hawatir kalau Rasya mengetahui sikap paman Rasya ke Silvi maka bisa-bisa Rasya dalam keadaan bahaya, karena paman Rasya pernah mengancam kesilvi kalau sampai Rasya tahu akan perbuatan Rasya ke Silvi maka paman Rasya tidak segan-segan aka menyuruh teman-temanya untuk mencelakai Rasya .
Dan kalau untuk neneknya Silvi takut kalau Rasya marah atau ribut-ribut dengan neneknya. Hingga suatu hari Rasya pun mengetahui Silvi berada didepan rumah sedang menyirami bunga tetapi dengan gilirannya yg tidak fokus ( dengan perasaan ngelamun)
Kebetulan hari itu tepat di hari Wike and dan Rasya pun langsung mendekati istrinya itu sembari bertanya"
Hai sayang " ada apakah gerangan ?
Kenapa kelihatan tidak fokus sekali ?
Adakah yang kamu pikirkan ?
Silvi pun tidak tau kalau ternyata Rasya ada didekatnya"
Silvi pun menjawab"
Tidak sayang saya tidak apa-apa"
Mungkin karena kecapean saja"
Rasya pun langsung menggantikan pekerjaan yang sedang Silvi kerjakan dan sembari menyuruh Silvi untuk beristirahat.
Sayang" ucap Rasya ke Silvi"
Biar aqu gantikan pekerjaan menyiram bunga itu "
Beristirahatlah di kamar" aqu setelah selesai menyiram bunga ini juga akan menyusul mu dikamar"
Silvi pun memberikan selang air yang sedang iya pegang dan memberikannya ke Rasya" dengan raut muka yang penuh dengan kepedihan dan kebingungan karena menghadapai perilaku nenek dan pamanya itu. Sembari menjawab iya sayang saya akan beristirahat di kamar dan akan menunggumu disana"
Setelah Rasya selesai menyiram bunga dan Silvi juga telah selesai dari bersih-bersih badan, dan Rasya pun juga langsung mencuci tangannya lalu menyusul Silvi kekamar"
Setelah Rasya masuk kekamar dan telah satu ranjang dengan Silvi" Rasya pun mencium kening istrinya itu sembari tersenyum dan berucap"
Sayang kalau lagi tidak fokus untuk melakukan aktifitas rumah" maka jangan lakukan pekerjaan itu"
Kamu ini dirumah kita ini bukan sebagai pembantu rumah kita,tetapi kamu adalah permaisuri qu dan aqu tidak rela jika terjadi sesuatu kepadamu.
Banyak orang di luaran sana yang membutuhkan pekerjaan, bagaimana jika pekerjaan rumah kita pekerjakan saja ke orang ?
Silvi pun menjawab"
Tidak sayang" aqu ingin pekerjaan rumah aqu saja yang menghendel"
Karena aqu tidak bisa jika tanpa beraktivitas dan hanya duduk-duduk atau bersantai-santai.
Aqu tidak apa-apa"
Lalu Rasya pun menyambung ucapan dari Silvi itu"
Sayang bagaimana jika untuk menyiram bunga, mengepel lantai dan menyetrika baju kita mencari orang saja untuk melakukan pekerjaan itu" dan untuk pekerjaan rumah tangga yang lain seperti memasak dan mencuci baju baru kamu yang hendel?
Silvi pun sempet berpikir-pikir akan tawaran yang Rasya berikan dan rupa-rupanya Silvi setuju dengan pendapat Rasya itu, dan akhirnya kini pekerjaan Silvi telah berkurang dan Silvi pun merasa tidak terlalu capek untuk menghendel pekerjaan rumah secara sendirian.
Dan malampun telah tiba Silvi dan Rasya serta anak semata wayangnya itu yaitu rafi telah berada dikamar yang sama dan seperti biasa setiap malam pun Silvi terbangun untuk membikin s**u untuk anaknya itu"
Dan siapa sangka ternyata paman Rasya mengikuti Silvi kedapur "dengan nada yang pelan paman Rasya itu langsung muncul didekatnya sembari menghimbau Silvi"
Silvi" ucap paman Rasya ke Silvi"
Rasya itu sangat beruntung yaa mempunyai istri yang cantik ,baik hati dan penyabar sepertimu"
Aqu cemburu dengan apa yang Rasya miliki"
Yaitu mempunyai istri sepertimu"
Paman Rasya mengucapkan kata-kata itu sembari mendekati Silvi dengan aura wajah yang gemas ke Silvi "
Seolah-olah sudah tidak sabar ingin menikmati tubuh Silvi"
Tetapi kali ini Silvi masih bisa menghindar dari perilaku pamanya itu" hingga ke esokan harinya setelah Rasya berangkat kekantor paman Rasya pun mencari-cari kesempatan untuk bisa menyentuh tubuh Silvi"
Di saat Setelah Silvi menghantarkan Rasya kepintu depan dan setelah bersalaman dengan Rasya" iya pun berdiri dan menunggu hingga Rasya meluncur dari pintu gerbang rumahnya"
Dan setelah Rasya berangkat silvipun seperti biasa langsung menutup pintu gerbang dan masuk kedalam rumah" dan setelah masuk kedalam rumah yang sangat tidak ia ketahui yaitu paman Rasya ternyata membuntutinya dari belakang dan setelah berada di ruangan tengah yang rada gelap namun terdapat lampu pijar"
Paman Rasya tiba-tiba melakukan hal yang menjijikan kesilvia" yaitu paman Rasya tepat berada didepan Silvi dan langsung mendekap tubuh Silvia sembari meremas-remas tubuh Silvi dan sembari menciuminya"
Dan dengan sekuat tenaga silvi pun berusaha berontak ke paman Rasya dan menendang tepat di kemaluanya"
Paman Rasya pun merasa kesakitan dan melepaskan dekapannya ke silvi.
Tetapi tiba-tiba nenek Rasya datang dan bertanya ke anak laki-laki nya itu"
Nak kenapa kamu" ko' kaya merasa kesakitan gitu?
Paman Rasya pun menjawab "
Tidak apa-apa Bu"
Ini tadi saya lagi belajar bela diri tapi malah tidak pas sasaran "
Setelah mendengar jawaban dari anak laki-laki nya itu nenek Rasya pun langsung beranjak pergi" dan kebetulan Silvi juga sudah tidak ada di ruangan itu.
Tapi lagi-lagi paman Rasya selalu mencari-cari kesempatan untuk bisa menyentuh tubuh Silvi, yang padahal Silvi adalah istri dari keponakanya sendiri"
Sungguh b***t memang karakter paman Rasya itu"
Sampai-sampai istri keponakanya sendiri akan digauli olehnya"
Tetapi Silvi sekuat tenaganya selalu berusaha melakukan pembelaan terhadap tubuhnya. Silvi pun pernah dikasih air minum teh oleh paman Rasya" yang air minum itu telah ia masukin obat tidur guna untuk melemahkan fisik Silvia"
Tetapi Silvi alhasil masih selamat dari perbuatan paman iparnya itu.
Silvi" ucap paman Rasya kesilvi"
Iya paman" jawab Silvi"
Kamu kelihatan capek sekali ya hari ini?
Aqu buatin minuman teh sepesial untuk mu"
Diminum ya"
Silvipun mengangguk " dan menjawab" ia paman "
Terima kasih ya telah buatin minuman teh buat aqu"
Paman Rasya pun memberikan teh bikinanya dan diberikan kesilvi"
Sembari mendekati Silvia yang lagi duduk beristirahat di kursi depan tv dan ditemani oleh anak semata wayangnya yaitu rafi"
Silvia kalau boleh aqu temani nonton tv dan sambil kita ngobrol-ngobrol ?
Ucap paman Rasya lagi kesilvi"
Silvipun tersenyum"
Sembari menjawab "iya paman "Dan kalau gak keberatan
Sekalian nenek juga diajak duduk disini ngobrol-ngobrol bersama"
Paman Rasyapun kembali menjawab"
Emm kalau ibu lagi ada di kamarnya"
Biarlah takutnya ibu malah keganggu"
Ow ia Silvi" ngomong-ngomong kamu kenal sama Rasya dimana ?
Silvia pun menjawab pertanyaan paman iparnya itu"
Kita dulu temen kuliah satu kampus dan kebetulan tempat tinggal orang tua qu juga di daerah sini"
Paman Rasya pun kembali melontarkan pertanyaan ke Silvi"
Ow berati kamu dan Rasya itu teman sekampus tho?
Pantes aja ya, kayaknya Rasya perjuangannya untuk mendapatkan kamu itu sangat lumayan?
Dan karena saking asyiknya paman Rasya bertanya-tanya ke Silvi, akhirnya Silvi pun sampai-sampai tidak sempat untuk meminum teh buatan paman iparnya itu.
Silvi walau dalam hatinya mempunyai perasaan takut jika berada dekat dengan paman iparnya itu, tetapi ia selalu memberi jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang paman Rasya lontarkan kepadanya.
Nggak juga lah paman" jawab Silvi paman iparnya, kalau Rasya lumayan dalam penantian mendapatkan saya"
Kami lama untuk menikah karena kami memang sama-sama masih duduk di bangku kuliah"
Silvi pun berusaha berbalik nanya ke paman iparnya itu"
Ow iya paman.. kalau boleh silvi nanya " kenapa ya ko' istri paman sampai bisa menghianati paman dan pergi tanpa membawa anaknya yang masih kecil ?
Padahalkan biasanya perempuan itu paling tidak bisa jika berjauhan dengan anaknya?
Paman Rasya pun menjawab"
Iya begitulah Silvi"
Istri saya memang orangnya tega dia selalu mementingkan kesenangannya sendiri" Tidak seperti kamu"
Mendengar ucapan paman iparnya itu" Silvi tersenyum mahal sembari meneku' wajahnya ..
Dan paman Rasya pun terus memuji-muji ke Silvi"
Ow ia "kalau misal kamu mempunyai teman yang karakternya mirip dengan kamu bolehlah ya dikenalin kepaman".....
Celetuk ucapan itu keluar dari bibir paman Rasya"
Silvi pun terdiam sebentar memikirkan jawaban dari celotehan paman iparnya itu"
Selang beberapa detik pun Silvi menjawab ucapan paman iparnya itu"
Ya kalau aqu shii.. juga nggak tau ya paman " orang atau perempuan yang karakternya mirip dengan aqu"
Karena yang menilai diri kita itukan oranglain ya bukan kitanya sendiri "