Lima tahun pun telah berlalu, rumah tangga Silvia dan Rasya kini mulai dilanda problema, yaitu yang pertama dari nenek Rasya, karna Silvia setelah menikah dengan Rasya kini tinggal bersama Rasya dirumah yang biasa Rasya tempati bersama neneknya, yaitu rumah orang tua Rasya. Po
Ternyata nenek Rasya sayangnya ke Rasya benar-benar luar biasa, sampai-sampai ia melihat Rasya b******u mesra dengan istrinya seolah-olah ia tidak suka melihatnya, akhirnyapun setiap kali iya melihat Rasya sedang bercanda gurau dengan Silvia nenek Rasya pun langsung mengeluarkan kata-kata yang tidak enak didengar oleh Silvia.
Silvi " ucap nenek Rasya ke silvia" kamu itu jangan manja Lo ke Rasya"
Silvia pun hanya bisa diam dan tertunduk, begitu juga dengan Rasya ia juga tidak pernah bisa membantah dari ucapan neneknya itu" maklum dari kecil hingga ia dewasa yang merawat rasya adalah neneknya, jadi apapun yang menjadi keputusan neneknya Rasya selalu menurutinya.
Walau kini ia telah dewasa dan memiliki istri dan anak rasya tetep nurut dan patuh sekali ke neneknya, justru sebaliknya nenek Rasya semakin kesini artinya semakin bertambah usia pernikahan Rasya semakin memperlihatkan ketidak sukaanya ke silvia. Nenek Rasya kerap sekali membentak atau mengeluarkan kata-kata yang tidak enak didengar oleh telinga Silvi.
Tapi apapun itu Silvi berusaha untuk tetap bertahan di samping Rasya dan tetap mempertahankan rumah tangganya.
Wallau rasa sakit kerap ia rasakan ketika mendengar nenek Rasya mengata-ngatain dirinya dengan kata-kata yang menyakiti hatinya.
Tabiat yang angkuh, sokpintar dan sombong itulah yang dimiliki oleh nenek Rasya, Silvia kerap menangis ketika nenek rasya sedang memarahinya.
Tapi Silvi tidak pernah mau mengadu ke Rasya akan perlakuan nenek Rasya ke dia" Silvi kerap dihina oleh nenek Rasya ketika Rasya sedang tidak ada dirumah atau sedang bekerja.
Rasya bekerja disebuah kantor DPRD (dewan perwakilan rakyat daerah) yang ada di daerahnya, karna karakternya yang pintar dan berwibawa sehingga bisa untuk menjadi penghantar menuju kursi dewan tersebut.
Sementara Silvi menjadi ibu rumah tangga di rumah dan mengurus anak tentunya, tadinya Silvi telah izin ke Rasya untuk bekerja tetapi Rasya tidak mengizinkan, Rasya ingin Silvi berada di rumah merawat anak dan neneknya.
Dengan berat hati Silvia pun menyetujui keputusan Rasya itu, tetapi sebenarnya Silvi terasa berat sekali bila dengan merawat nenek Rasya, Karena orangnya sangat cerewet, sokpintar dan sombong,dan suka menghina Silvi.
Hampir tiap hari air mata Silvi berlinang dipipinya karena merasakan sakit mendengar ucapan dari nenek Rasya, iapun terkadang ingin lari dari kenyataan, ingin pergi meninggalkan Rasya tapi bagaimana dengan masa depan anaknya, anak Silvi hasil pernikahannya dengan Rasya bernama Rafi.
Rafi tumbuh tampan dan menggemaskan layaknya seumuran anak seusianya, tapi Rafi kelihatan lebih lincah dan lebih tampan dari anak diseusianya, maklum karna ayah dan ibunda Rafi juga tampan dan cantik, jadi karna rafilah Silvi berusaha mempertahankan rumah tangganya.
Hingga kemudian hari datanglah tamu dirumah Rasya yaitu seorang lelaki yang sangat sederhana yang seusia silvi, dia datang dengan membawa anak perempuan kecil yang sekitar seumuran Rafi, dan kebetulan Silvi ada didepan rumah lagi menyiram bunga yang ada disekitar halaman rumah.
Tiba-tiba lelaki itu menyapa Silvi"
Assalamu'allaikm Bu, numpang bertanya" apakah ini rumahnya bapak Rasya?
Tanya lelaki itu kesilvia"
Dan Silvia pun langsung menjawab"
Iya benar ini rumahnya bapak Rasya"
Ada yang bisa dibantu pak" jawab Silvi kelelaki itu"
Lelaki itupun menjawab"
Iya Bu"
Perkenalkan saya adik dari ibunya bapak Rasya"
Silvia pun terbengong mendengar ucapan dari lelaki itu" ternyata lelaki itu adalah pamanya Rasya"dan
Silvia pun langsung bergegas
Meninggalkan pekerjaannya dan langsung mempersilahkan untuk masuk" lelaki itupun dengan menggendong anaknya dan membawa tas yang berisikan pakaiannya langsung menuju kedalam rumah
Yang kebetulan nenek Rasya masih ada dibelakang ( masih mandi)
Setelah masuk rumahpun Silvi langsung mempersilahkan duduk sembari memberitahu ke nenek Rasya bahwa ada anak laki-lakinya yang datang" dan sekaligus mengambil minum dan makanan untuk paman Rasya itu.
Dan Silvi berusaha untuk menggendong anak dari paman Rasya yang kelihatan lelah dan capek, tapi sayangnya anaknya tidak mau sama Silvia, mungkin karena belum kenal dan masih asing, Silvi juga memepersilahkan hidangan yang ia sediakan untuk diicipi dan dimakan tentunya.
Dan selang beberapa menit Silvi ngobrol dengan paman Rasya akhirnyapun nenek Rasya selesai dari mandinya" dan langsung menuju ruang tamu dimana ada anak laki-laki nya yang baru datang itu, paman Rasya pun setelah melihat ibunya berdiri di depannya ia pun langsung menangis dan menceritakan kejadian yang ia alami"
Yaitu ia ditinggal pergi oleh istrinya" dan mau tidak mau ia harus merawat anak dengan seorang diri" iapun merasa keberatan akan nasib yang dialaminya, namun bagaimana lagi kita tidak tahu ketentuan hidup kita akan seperti apa kedepannya" akhirnya paman Rasya memutuskan untuk pulang kerang tuanya. sembari membawa anaknya.
Dan setelah sore hari Rasya pun pulang dari tempat kerjanya, dan setelah nyampe didalam rumah Rasya sangat terkejut dengan adanya pamanya dirumahnya, iapun langsung berpelukan dengan pamanya dan semabari bertanya"
Paman kemana aja selam ini tidak pernah pulang kerumah nengokin nenek ?
" paman Rasya pun menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Rasya kepadanya"
ia Rasya ma'afkan pamanmu ini ya" istri paman pergi meninggalkan paman bersama laki-laki lain dengan membawa surat-surat rumah untuk digadaikan di bank"
Dan akhirnya rumah kami disita oleh bank, akhirnya beginilah nasip kami"
Rasya pun miris sekali mendengar nasib pamanya itu.
Lalu paman Rasya pun setelah Rasya mandi dan bersih-bersih badan meminta izin ke Rasya untuk tinggal sementara waktu dirumahnya hingga ia mendapatkan tempat tinggal baru untuk ia tempati bersama anaknya.
Paman Rasya memang masih sangat muda sekitar seusianya Silvi maklum anak bungsu, tapi sayangnya tingkahnya yang agak lumayan membandel, radak bengal dengan aturan-aturan orang tuanya"
Dulu ia menikah dengan tanpa restu orang tua dan akhirnya orang tua yang mengalah yaitu nenek Rasya memberikan rumahnya ke anak bungsunya itu dan memilih untuk tinggal bersama ibu Rasya" dan karna ayah Rasya mempunyai usaha diluar negeri maka ibu Rasya pun rela mengikuti jejak suaminya untuk tinggal diluar negeri dan Rasya tinggal di Indo dirawat oleh neneknya.
Tetapi terkadang ibu Rasya pun pulang ke indo untuk menengok Rasya dan nenek Rasya, sebenarnya ibu Rasya tidak tega untuk meninggalkan rasya tinggal hanya berdua dengan neneknya, tapi bagaimana lagi usaha orang tua Rasya ada diluar negri dan mau tidak mau ibu Rasya harus mendampingi ayah Rasya.
Dan kini Rasya telah tumbuh dewasa telah menikah dan telah memiliki seorang anak"
Dan Rasya pun akhirnya menerima pamanya untuk tinggal bersamanya, dan Silvi pun juga tidak keberatan dengan keputusan Rasya itu, akhirnya pun kini di rumah Rasya terdapat anggota keluarga dengan jumlah lima orang.
Dan setiap hari kerjaan paman Rasya cuma main bersama teman-temanya kesana kemari dan tidak mau bekerja mencari nafkah untuk anaknya dan dirinya.
Dan berkomplot denga orang yang kebiasaanya minum dan mabuk-mabukan. Hingga suatu hari paman Rasya pulang dari tempat temanya dalam kondisi mabuk, karena dari minum-minuman keras
Dan kebetulan waktu itu Rasya telah berangkat kerja ke kantor dan nenek Rasya sedang menidurkan anak paman Rasya, dengan tiba-tiba paman Rasya memeluk dan berusaha untuk menciumi Silvia, dengan rasa takut dan membela diri silvi pun langsung mendorong paman Rasya hingga paman Rasya tersungkur didepan Silvia, dan setelah itu Silvia langsung pergi ke kamar menemani Rafi yang sedang tidur sembari mengunci pintu kamarnya.
Silvi menahan rasa takut hingga badan silvia terasa bergetar karena ia tidak menyangka sama sekali jika paman Rasya mau berbuat seperti itu terhadapnya, Hingga keesokan harinya pun Silvi masih merasa takut kepaman Rasya, hawatir kejadian seperti kemarin terulang kembali.
Silvia pun mulai berfikir" pantas saja paman di tinggalkan oleh istrinya, karena memang orangnya pemalas dan lebih mementingkan urusanya sendiri dan mau melakukan hal-hal yang membahayakan orang lain.
Seperti biasa setiap malam di keluarga Rasya melakukan makan malam bersama, termasuk paman Rasya dan anaknya juga ikut andil dalam rutinitas itu, setiap kali Silvi memberi pelayanan ke Rasya paman Rasya seraya terkagum-kagum dalam memandangi Silvia, maklum Silvi memang sosok perempuan yang cantik, pintar dan berbudi baik.
Hampir setiap laki-laki menginginkan sosok perempuan seperti Silvi, pandangan mata paman Rasya kesilvi selain terkagum dengan Silvi iya juga kelihatan mulai suka dengan Silvi, karena sudah beberapa kali paman Rasya dalam kondisi dirinya sadar dan tidak dalam kondisi terpengaruh minuman keras ia menunjukan perhatiannya ke silvia.
Contoh dengan cara membantu Silvia memasak di dapur jika Rasya sedang tidak berada didekat Silvi, tetapi Silvi merasa risih dan tidak nyaman akan bantuan-bantuan yang diberikan oleh paman Rasya.
Yang ada malah Silvi merasa takut jika didekati oleh paman Rasya, karena paman Rasya adalah sosok orang yang mau bertindak nekad dalam suatu hal, seperti kejadian tempo hari waktu ia memeluk Silvia sembari berusaha untuk menciuminya, tetapi alhasil Silvi bisa membebaskan diri dari paman iparnya itu.