Yang diperebutkan

1698 Words
Dan akhirnya pun Dion mengetahui bahwa ternyata Rasya dan Silvia telah jadian ( pacaran ), Dan apalah daya.... Dengan rasa sakit hati yang teramat dalam karena orang yang ia cintai ternyata lebih memilih temennya sendiri yaitu rasya. Akhirnya dia memutuskan pergi untuk meninggalkan kampung halaman yang mana Di kampung itu itu ada Silvia dan rasya yang sedang memadu kasih" Dengan berat hati, Dion pun berpamitan ke Rasya, bahwa ia akan pergi jauh keluar daerah untuk mencari pekerjaan, yang padahal alasan sesungguhnya yaitu Dion ingin mencari obat hati yang sedang ia rasakan. Dan satu Pesantren ke Rasya, yaitu " Rasya Jangan pernah kamu sakiti hati Silvia" Tasya pun mengangguk dan menyetujui permintaan itu. Selamat berbahagia Rasya" ucap Dion ke rasya dengan nada sangat sedih dan dengan mata berkaca-kaca. Keesokan harinya pun dan langsung berpamitan ke orang tuanya dan bergegas pergi meninggalkan kampung halamannya. Dion pergi hanya menggunakan bus kota" ia rela meninggalkan semuanya hanya demi untuk mencari ketenangan hati, ingin melupakan kenangan kenangan bersama gadis yang teramat ia cintai yaitu Silvia" Akhirnya pun dion sampai juga ke tempat yang ia tuju, yaitu tempat yang sangat indah dan sejuk yaitu di daerah pegunungan" di situlah ia Merenungkan diri, introspeksi diri akan nasib percintaanya yang ia rasakan. Disana iya Sambil bercocok tanam, menanam padi, sayur-sayuran dan lain-lain sebagainya. Guna untuk menyambung hidup" Padahal Dion adalah seorang yang berpendidikan tinggi" Tetapi dia tidak merasa gengsi akan pekerjaan yang ia lakukan, Dion benar-benar memulai semuanya dari nol. Akhirnya tiga tahun pun telah terlampaui, dan Dion merasa rindu dengan kedua orang tuanya, Tetapi dion tetap belum siap untuk pulang ke kampung halamanya" rasa yang teramat sakit belum bisa iya obati walau dengan waktu yang cukup lama" dan rasa itulah yang membuat dion membiarkan perasaan rindu ke orang tuanya itu diabaikan" Dan pada akhirnya orang tua Dion pun jatuh sakit karena memikirkan anak semata wayangnya yang pergi hingga bertahun-tahun tetapi tidak mau pulang. Hari demi hari pun penyakit orang tua Dion semakin parah" Dion mendengar kabar tentang orang tuanya yang sakitnya bertambah parah hanya bisa menangis. Hingga kemudian hari sewaktu Dian sedang beristirahat di bawah pohon karena terasa lebih dari bercocok tanam" datanglah seorang lelaki paruh baya, dan lelaki itu memberi nasehat ke dion" Hai anak muda" Aku lihat engkau tinggal sendirian di daerah sini ya ? Tanya orang tua paruh baya itu ke Dion" Taeyeon pun menjawab" Iya Pak" Saya Merantau di sini sudah 3 tahun lamanya" Lelaki paruh baya itu pun kembali bertanya" Apakah engkau masih mempunyai orang tua ? Dion pun menjawab" Masih Pak" Saya masih memiliki kedua orang tua" Tetapi orang tua saya sekarang lagi sakit parah karena memikirkan saya" Lalu Dion pun menceritakan akan kejadian yang ia alami disewaktu tinggal dengan orang tuanya" Dan akhirnya lelaki itu pun memberi solusi si atau nasehat dari problematika yang tengah dion alami" yaitu dion disuruh untuk menjenguk orang tuanya" karena apapun itu orang tua adalah salah satu aset atau keramat untuk kita sebagai anaknya" jangan sampai semua itu terjadi" Hai anak muda" Terlontar ucapan dari mulut lelaki paruh baya itu" dan lelaki paruh baya itu juga memberi nasehat - nasehat kedion yang lainnya. Dan akhirnya Dion pun tersadar bahwa apa yang ia inginkan itu belum tentu itu akan selalu tercapai tapi yang jelas di balik sesuatu yang ia alami akan tersimpan hikmah, Karena pada dasarnya manusia itu hanya menjalankan dari apa yang telah Tuhan Tentukan ke kita yaitu itu kita hidup ini ini hanya mengikuti kodo' dan qodar Allah SWT,, Sembari dengan raut wajah yang teramat sedih karena menyesal telah membuat orang tuanya menahan rindu ke dia hingga akhirnya terjatuh sakit" Tapi penyesalan Dion belum terlambat tention sepulangnya dari kebun, Ia pun langsung bersiap-siap untuk bergegas pulang ke kampung halamannya" Dan keesokan harinya tibalah Dion di rumah yang bertahun-tahun ia tinggalkan yaitu rumah kedua orang tua Dion" Sesampainya di pintu rumah Dion pun mengucapkan salam" Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh" Yang pada waktu itu Ibu Dion Tengah terbaring di kamarnya karena tidak mau diajak berobat ke rumah sakit" karena kata ibu Dion obat dari rumah sakit yang dokter berikan itu tidak akan membuat sakitnya sembuh" Dan yang bisa membuat ia sembuh itu adalah dengan kembalinya nya yang selama ini ia rindukan Dania khawatirkan. Setelah lama dion mengetuk pintu dan mengucap salam akhirnya Ayah diantar dengar dari kanan yang lagi menemani ibundanya" Ayah Dion pun langsung menuju ke arah pintu di mana iya terdengar suara orang yang mengetuk pintu dan mengucap salam" Lalu Ayah Dion dengan seketika membuka pintu rumahnya" Ternyata apa yang ia lihat yaitu seorang anak laki-laki Ki yang sangat ya tunggu-tunggu untuk kembali ke rumah wah Akhirnya telah datang juga. Dan dion pun langsung memeluk ayahandanya sembari dengan menangis dan meminta maaf ke Ayahnya" Maafkan Dion ayah" Dion telah meninggalkan ayah dan ibu hingga akhirnya ibu jatuh sakit" Iya anakku" kami sangat merindukanmu dan menghawatirkan mu nak" Lalu dion pun langsung diajak masuk oleh ayahnya untuk melihat ibunya yang tengah terbaring dan tidak berdaya" dan dion pun langsung memeluk ibunya sambil menangis Bagaimana yang dilakukan ke ayahnya, Ibu Dion kelihatan sangat senang sekali anak semata wayangnya telah pulang ke rumahnya dan kembali kepadanya. Lalu kondisi ibu dion pun berangsur-angsur membaik" Dion sangat senang karena ibunya bisa sembuh dari sakitnya, setelah beberapa bulan tinggal di rumah Dion pun rupa-rupanya ingin mengetahui kabar dari Rasya dan Silvia" Mereka telah menikah dan telah memiliki momongan" tapi Dion kali ini sudah tidak begitu Patah Hati, karena telah mendapat nasehat dari orang paruh baya yang ada di rantauannya, Dion pun main ke tempat rahasia dan Silvia" mereka juga menyambut Dion dengan teramat ramah dan baik sekali Karena bagaimanapun Dion ,Rasya dan silvia emang dari dulu telah berteman baik di kampungnya maupun di kampus sehingga mereka terlibat the love Triangle" Dan bagi Dion apa yang telah terjadi di masa lalu biarlah berlalu, Dion sekarang lebih berfokus ke masa depannya" Setelah ngobrol dan bercanda bareng dengan rasya dan Silvia akhirnya Dion pun berpamitan untuk pulang" setelah sesampainya di rumah Dia meminta izin ke ibu dan ayahnya Untuk Kembali ke tempat perantauannya. Dengan rasa berat hati ayah dan ibu Dion pun memberikan izin kedion " tetapi dengan suatu isyarat" yaitu Dion harus sering - sering kembali ke kampung halamanya" dan tidak boleh bekerja di kebun atau bercocok tanam "karena orang tua Dion menyekolahkan Dion hingga kejenjang perguruan tinggi dengan maksut dan tujuan supaya anaknya tidak menjadi seorang petani " Ayah Dion ingin Dion kerja diperusahaan atau dikantornya - kantor"Dion pun menyetujui syarat yang diajukan oleh orang tuanya " Dengan nada lega Dion pun langsung berangkat menuju tempat dimana ia menemukan ketenangan hatinya" Setelah Dion tiba di rumah Dion sendiri yaitu di daerah penggunungan yang sejuk dan asri itu,keesokan harinya Dion langsung menyiapkan berkas - berkas lamaran kerja untuk diajukan dikantor atau perusahaan yang membutuhkan tenaganya. Alhasil Dion pun langsung diterima kerja di PT Garmindo footwear" yang perusahaan itu memproduksi baju atau pakaian yang pemasarannya langsung ekspor ke luar negeri.Dion diterima kerja sebagai seorang manajer produksi" Artinya Dion harus pandai berbicara dan harus bisa berkomunikasi baik dengan setaf- setaf kantor tersebut. Dan harus bisa untuk memajukan pabrik atau perusahaan itu.Dan ternyata Dion mempunyai skill atau talenta di bidang itu"akhirnya dengan dipegangnya Dion menjadi manajer diperusahaan Garmindo footwear tersebut menjadi bertambah maju"dan pada suatu hari ketika Dion sedang mengontrol di bagian produksi " Ada seorang gadis yang mirip sekali karakternya dengan Silvia"dan hari demi hari wajah gadis itupun ternyata tidak mau pergi dari ingatan Dion " Hingga akhirnya Dion pun merasa gelisah "lalu dikemudian hari Dion mencari kesempatan untuk berkenalan dengan gadis tersebut.Dan ternyata Dion pun mendapatkan kesempatan yang ia harapkan itu" Dan ternyata setelah lama berkenalan dan berbincang - bincang perempuan itu adalah masih kerabat dari nenek Silvia" Oh dunia ini memeng terasa sempit " sahut Dion dalam hati" dan setelah beberapa kali Dion berbincang- bincang dengan gadis yang mirip dengan Silvia itu ternyata ia adalah seorang mahasiswi yang kuliah di universitas terbuka negeri di daerah itu" Sani namanya. Tetapi karena waktu dia melamar pekerjaan di perusahaan kan anda yang ada lowongan kosong yaitu di bagian produksi" ya sudah akhirnya kerjaan itu Sani ambil juga daripada Dia nganggur di rumah dan tidak memiliki penghasilan untuk mencukupi kebutuhan setiap harinya. Setelah sering bertemu dan mengobrol ngobrol bareng" akhirnya Dion benar-benar menambatkan hatinya ke gadis itu, dan selang beberapa bulan dan berteman dengan saling Akhirnya dia pun memberanikan diri untuk mengungkapkan perasaannya sekaligus melamarnya dan mengajak menikah" karena bagi Dion pacaran itu tidak boleh berlama-lama, Takutnya nanti keburu diambil orang, Rupanya dia masih trauma akan kejadian yang ia alami tempo dulu yaitu kedaulatan rakyat dalam mengungkapkan perasaannya kesilvia" Sony pun menerima dia untuk menjadi pendamping hidupnya untuk selama-lamanya" Akhirnya dia pun menikah dengan seni" Pernikahan pun akhirnya terlaksana" dengan suasana yang sangat meriah dan indah sekali" dan dihadiri oleh beribu-ribu tamu undangan" dan tak lupa pula dion mengundang juga Rasya dan Silvia ke pernikahannya. Dan kini dion telah memiliki istri yang siap mendampingi diundi hari-harinya" baik di waktu susah maupun senang itulah ungkapan dari bibir Sani" Dan kini Sani berhenti dari bekerja di perusahaan tersebut di mana dia menjadi seorang manajer yang profesional dan sangat handal. Ucap dion ke Sani" sayang engkau berhenti bekerja ya dari perusahaan garmindo software" sekarang akulah yang berkewajiban mencukupi semua kebutuhan mu dan yang menanggung semua biaya hidupmu" Aku ingin engkau mengurus rumah dan mengurus anak-anak kita nanti" Sany pun menyetujui akan keputusan suaminya itu" Iya sayang" aku akan turuti apa yang telah menjadi keputusanmu" Dengan tersenyum sembari mencium kening istrinya itu dan mengucapkan terima kasih ke Sani" Karena telah bisa mengerti akan diri dion" Rasa syukur yang mendalam Dian panjatkan kepada Allah zat sang penguasa alam yang telah membuatnya kini hidup bahagia dan menemukan pasangan seperti yang ia inginkan. Selang beberapa bulan pun Sani mengandung anak dari Dion" dan terasa lengkap sudah kebahagiaan yang Dion rasakan saat ini "karna sebentar lagi ia akan memiliki anak dari buah cintanya" Akhirnya mereka kini telah sama - sama bahagia,, yaitu Rasya, Silvia dan Dion. Dan Dion berharap semoga kebahagiaan ini akan terus langgeng hingga dia tua nanti"mempunyai seorang istri yang yang baik hati dan penurut serta memiliki anak itu adalah salah satu impian dari hidup Dion" dan sekarang ia malah telah memiliki jabatan yang lumayan tinggi di perusahaan dimana Dion bekerja.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD