10. MASIH BERSETERU

1294 Words
Keeseokan harinya, baik Velove maupun Cindy tetap pergi bekerja seperti biasanya. Tidak ada yang berbeda dari hari-hari sebelumnya, Robin masih sama mengajak Velove makan siang bareng, dan Cindy juga masih tetap sibuk dengan segudang pekerjaannya. Mungkin yang membedakan adalah suasana hati Cindy yang kian mendung, karena tadi pagi dia berpapasan dengan Desta di loby dan laki-laki itu tidak menyapa nya sama sekali. Sore hari sepulang jam kantor Velove menepati janjinya untuk menjemput Cindy di tempat kerjanya, dan memboyong wanita itu ke café nya. Karena Desta bilang ingin mengobrol bertiga dengan mereka. Velove menyetujui, karena dia juga tidak ingin hubungan persahabatan mereka jadi renggang. Cindy juga tau kalau Desta yang meminta untuk kumpul di café Velove. Sudah dua jam Velove dan Cindy menunggu Desta datang, namun laki-laki itu tidak menampakan batang hidungnya sama sekali, bahkan ponsel nya pun mati tidak bisa di hubungi. Walaupun merasa marah dengan ketidak datangan Desta tapi mereka juga khawatir terjadi sesuatu dengan laki-laki itu. Tidak biasanya Desta mematikan ponsel seperti ini. Ketika mereka berdua memutuskan untuk pulang dan sudah ingin beranjak dari duduknya, tiba-tiba pintu ruang kerja Velove terbuka dengan keras dan muncul lah laki-laki yang sudah ditunggui dari tadi dengan nafas terengah-engah akibat berlari menaiki tangga café. Masih dengan terengah-engah Desta langsung mengambil duduk di sofa sembari mengatur nafasnya supaya Kembali normal. Sementara dua wanita di ruangan itu kompak bersedekap d**a menunggu penjelasan. Belum sempat Desta membuka mulut nya tiba-tiba Cindy mengambil tas dan hendak pergi melangkah keluar dengan mata yang memerah menahan tangis dan emosi. Ternyata Cindy melihat dua kissmark di leher Desta, dan dia benar-benar tidak bisa menahan cemburu dan amarahnya secara bersamaan. Cindy merasa kali ini Desta benar-benar keterlaluan sudah membuat dia dan velove menunggu lama sementara dia sedang asyik bercinta dengan jalangnya. Tangan Cindy di Tarik Ketika dia sudah hampir membuka pintu ruangan itu. “mau kemana lo? Gue mau ngomong kok lo main kabur aja?” tanya Desta sembari menarik tangan Cindy untuk Kembali duduk. Namun baru dua langkah, Cindy sudah menghempas tangan Desta dengan keras hingga terlepas. “BISA LO YA NGOMONG GITU? LO UDAH BIKIN KITA NUNGGU LAMA DAN LO MALAH ENAK-ENAKAN BERCINTA DENGAN JALANG LO” teriak Cindy tepat di depan Desta. Dia sudah benar-benar marah kali ini dengan laki-laki itu. Velove hanya bisa menghela nafas pelan dan kemudian membawa Cindy untuk duduk sambil mengelus palan punggung wanita itu. Sementara Desta mengeratkan rahangnya tanda kalau dia juga tersulut emosi dan berusaha menahannya. “oke gue minta maaf udah bikin kalian nunggu, tapi elo juga gak ada hak buat ngatain dia jalang” balas Desta penuh penekanan, dia tidak suka temannya ini berkata kasar merendahkan orang lain seperti itu. Tapi rupanya ucapan Desta di artikan lain oleh Cindy, dia merasa kalau Desta sedang membela wanita yang di sebutnya jalang itu, ‘apa kali ini wanita itu special bagi Desta’ batin Cindy. “oh lo belain jalang itu? Apa jalang itu sudah akan naik level jadi nyonya BIMARTA ?” tanya Cindy sinis. “lo makin keterlaluan ya lama-lama. Gue gak pernah urusin urusan pribadi lo, dan lo juga gak ada hak buat ngurusin kehidupan pribadi gue. Paham lo sampek sini?” bentak Desta murka karean merasa Cindy sedang mengejek posisi nyonya BIMARTA. Merasa suasana semakin panas dan sulit di kendalikan, akhirnya Velove buka suara. “udah dong kalian berdua kapan selesainya kalau saling nyalahin gini. Atau kalian berdua mending bubar aja deh, dinginin kepala kalian masing-masing. Kalau udah merasa baik baru kita selesaikan ini bertiga.” Cerocos Velove yang sudah ikut-ikutan panas melihat sahabatnya tidak ada yang mau menurunkan ego masing-masing. Setelah hening sejenak akhirnya suara Desta terdengar lebih dahulu. “oke gue balik dulu deh Vel”. Tanpa berpamitan dengan Cindy, Desta melangkahkan kakinya keluar dari ruangan. Di susul hembusan nafas panjang dari Cindy dan matanya yang sudah berkaca-kaca “gue balik duluan, pake taksi aja gue butuh sendiri buat nenangin pikiran”, di jawab sebuah anggukan dan pelukan singkat dari Velove. “lo hati-hati dan kalau butuh sesuatu hubungin gue” ucap Velove. Cindy hanya tersenyum dan menganggukan kepala lalu kemudian melangkah keluar. ‘bisa jadi gini sih’ batin Velove sambil memijit pelan pelipis nya yang sedikit berdenyut. Velove yang sejak tadi sudah merasakan kelelahan dan ingin segera membaringkan tubuh di Kasur empuknya langsung berdiri menyambar tas yang tergeletak di atas meja kerja nya lalu melangkahkan kakinya keluar. Baru saja Velove menginjak pedal gas mobilnya, ponselnya berdering tanda panggilan masuk. “halo bang…ada apa?” “dimana dek?”tanya Sam balik. “masih dijalan mau pulang, kenapa?” “yaudah kamu lanjutin kalau gitu, abang tunggu dirumah kamu” jawab Sam, dan setelahnya panggilan di matikan. Tanpa banyak berfikir Velove melajukan mobilnya ke salah satu perumahan elite tempat tinggalnya berada. Setelah memarkirkan mobilnya di garasi, Velove langsung menemui abangnya di ruang tamu. “hai abang…” sapa Velov sambil berlari kecil cipika cipiki. “ada apa sih tumben?” tanya Velov penasaran. “enggak sih, cuman pingin nyulik kamu aja. Buruan gih bersiap dan gak perlu bawa baju ganti” perintah Sam sambil mendorong pelan adiknya. Tanpa banyak tanya lagi, Velove melangkahkan kakinya ke kamar tidur dan segera bersiap sesuai perintah Sam. Dia sudah hafal dengan kata ‘nyulik’ yang di bilang Sam, karena sebelum-sebelumnya Velov juga sering di culik oleh Sam untuk bersenang-senang. Setelah beberapa lama berkendara, benar saja sekarang mobil Sam sudah berhenti di parkiran khusus bandara. Velove dan Sam langsung menuju ke tempat private jet yang sudah menunggu mereka, kali ini Sam sengaja membawa Velove pergi ke bali untuk sejenak berlibur dan sekalian meninjau pembangunan resort di bawah DIRGANTARA GROUP. Ini adalah salah satu keinginan Velove, memiliki resort mewah di pulau dewata. Setelah beberapa jam pesawat mengudara, akhirnya mereka sampai dan langsung menuju hotel yang sudah di pesan sebelumnya oleh asisten Sam. Mereka memesan dua kamar suite yang memiliki connecting door. “bang aku langsung istirahat ya, pegel-pegel nih badan pingin langsung rebahan” “Oke, bentar lagi ada yang anter baju sama barang-barang keperluan kamu. Ntar abang aja yang anter” sahut Sam sebelum menghilang di balik pintu. Velove memasuki kamar dan segera menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Dia tidak bisa kalau tidur tanpa mandi terlebih dahulu, beberapa menit menghabiskan waktu di kamar mandi Velove keluar kamar hanya menggunakan bathrobe yang di sediakan hotel. Karena baju ganti yang di janjikan Sam belum juga datang. Velove berbaring di ranjang besar empuk nya sambil menunggu Sam datang mengantarkan baju, tetapi sudah satu jam berlalu dan Sam belum juga datang. Akhirnya Velove ketiduran karena sudah lelah sedari pagi belum sempat pulang istirahat. Beberapa menit setelah Velove tertidur dengan pulas, Sam masuk membawakan baju dan keperluan Velove yang baru saja diantarkan oleh orang suruhannya. Sam tertegun berdiri beberapa langkah dari ranjang Velove berada. Ketika masuk tadi dia benar-benar tidak memperhatikan sekitar karena sedang asyik berkirim pesan dengan seseorang di ponselnya. Sekarang dia menyesal akan hal itu, jikalau dari waktu dia masuk kamar Velove dia sudah memperhatikan sekitar pasti dia tidak akan melihat sesuatu yang indah tapi harus dia hindari dan dia akan lebih memilih keluar lagi dari kamar itu. Sekarang posisinya hanya berjarak beberapa langkah saja dari ranjang Velove. Sam menelan salivanya dengan susah payah Ketika melihat pemandangan yang jujur saja sangat indah itu. Ya , di ranjang nya Velove tertidur dengan bathrobe yang sudah tersingkap dan menampakan lembah indahnya karena Velove juga tidak memakai dalaman apapun. Sam memang menyayangi Velove seperti saudara kandungnya sendiri, tetapi dia juga pria normal yang pernah merasakan tubuh seorang wanita. Dan Sam junior pasti juga akan bereaksi melihat tontonan indah itu. ‘shiit…ceroboh banget sih dek’ maki Sam dalam hati. Meski sedikit takut jika Velove memergokinya seperti itu, Sam tetap melangkah kan kaki nya mendekati tubuh yang sedang tertidur itu. ****** Waduhh kira-kira apa ya yang akan di lakukan Samudra??
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD