6. RINDU UNTUK MENYENTUHNYA

1063 Words
Setelah 45 menit berkendara, Sam memarkirkan mobilnya di salah satu club malam terbesar di Jakarta. Mereka memasuki club dan langsung duduk di depan bartender yang sedang menunjukan kelincahannya meracik minuman-minuman pembawa kebahagiaan, gitu sih kata mereka yang suka menikmatinya. “woyyy udah lama nih gak kesini? Kemana aja lo?” seru Jimmy berteriak di depan Velov karena takut suara nya kalah keras dengan suara dentuman music DJ. “kemarin sempet tobat sih gue, sekarang lagi pingin nikmatin minuman kebahagiaan racikan lo” seru Velov tidak kalah kencang. “beresss…seperti biasa kan?” tanya Jimmy sambil mengerlingkan sebelah matanya. Dan dijawab anggukan Velov. “dek ,abang kesana sebentar ya. Itu temen abang mau nyapa dulu. Atau mau ikut kesana?” suara Sam sedikit berteriak di samping Velov. “enggak lah bang, aku disini aja. Abang sama temennya aja sana gak apa-apa.ntar kalau udah mau balik aku samperin ya” jawab Velov sambil melirik sekilas sofa yang ditunjuk Sam barusan. “oke…gak usah jauh-jauh, disini aja yang anteng” pesan Sam dan dilanjut berbicara ke arah Jimmy “ gue nitip Velov ya bro”. “siap bro..asyikin aja, gak bakal ada yang berani gangguin adek lo” kekeh Jimmy, di angguki oleh Sam kemudian dia melangkah meninggalkan Velov. Setelah beberapa gelas melewati tenggorokannya, Velov merasakan kepalanya mulai pusing dan sedikit melayang tapi dia masih sadar sepenuhnya akan kondisi sekitar. Sampai pada saat dia ingin menenggak gelas yang kesekian, dengan cepat ada sebuah tangan besar menyambar gelasnya kemudian meminum cairan itu. “b******k…” umpat Velov yang sudah siap menumpah kan caci maki nya, namun detik ketika dia menoleh kearah orang yang sudah mengganggunya itu dia membeku di tempat. Dia tidak percaya ketemu makhluk ini lagi disini. ‘bener-bener sial harus ketemu dia lagi’ umpatnya dalam hati. Tidak ingin berlama-lama di tempat itu yang ia yakini akan membuat mood nya semakin hancur, Velov beranjak dari kursi bar nya dan ingin melangkah pergi. Namun rupanya nasib masih ingin mempermainkannya, sebelum ia sempat melangkah pergi tangannya sudah di cekal oleh tangan besar tersebut. Dan detik berikutnya, sebuah benda kenyal yang terasa dingin sudah menempel di bibir tebal nya. Waktu seakan berhenti berputar dan Velov masih terdiam, dia tersadar dari rasa kagetnya ketika sebuah lumatan lembut melumat dan menyesap bibirnya penuh dengan tuntutan. Menuntut untuk diberi ruang dan balasan. PLAK.. ”b******k lo…apasih mau lo? Lo pingin bikin gue ngarep lagi kayak dulu? Trus setelahnya bisa lo hempaskan gitu aja? Jahat tau gak lo” cerocos Velov dengan mata berkaca-kaca dan nafas yang terengah-engah, detik berikutnya Velov sudah mulai kehilangan kesadarannya, sepertinya efek alcohol yang dia minum cepat naik karena pikirannya yang kacau akibat ciuman singkat tadi. Dan benar saja ,tubuh Velov ambruk tidak kuat menopang berat badannya sendiri. Keenan membopong tubuh ramping di pelukannya dan akan membawanya pulang terlebih dahulu. “bro sampaikan ke bang Sam kalau love pulang bareng gue, Keenan “ ucap Keenan kepada jimmy sambil berlari keluar membawa tubuh ramping itu ke mobilnya. Merasa laki-laki yang membawa Velove kenal dengan Sam, Jimmy membiarkan Velove dibawa pulang. Karena dia juga tidak yakin Velove akan baik-baik saja kalau tetap berada di tempat ini, mengingat Velove yang sudah menghabiskan banyak minuman tadi. Di dalam mobil Keenan terus saja memikirkan perkataan Velove sebelum Wanita itu pingsan karena kebanyakan alcohol. ‘gue bikin dia ngarep lagi? Apa mungkin dia dulu juga mempunyai perasaan yang sama?’ batin Keenan terus memikirkan perkataan velove. ‘tapi kenapa mau menerima Demian sampai dia terpuruk seperti dulu Ketika ditinggal laki-laki itu’ batin nya terus berperang. Ahh Keenan benar-benar merasakan perasaannya campur aduk, di satu sisi dia Bahagia jika pemikirannya tentang love yang memiliki perasaan yang sama dengannya benar, tapi di sisi lain dia juga ragu dan takut kecewa kalau terlalu berharap. Keenan akhirnya memutuskan membawa love ke apartement nya, dia takut mbok yem khawatir melihat kondisi love yang sekarang. Sesampainya di apartemen, Keenan membaringkan tubuh ramping itu di ranjang empuknya. Dia dilemma ingin melepaskan gaun yang melekat di tubuh gadis itu karena dia yakin gaun itu akan membuat tidurnya tidak nyaman, tapi dia juga takut love memikirkan kalau dia memanfaatkan kesempatan. ‘ah bodo amat’ pikir Keenan selanjutnya, dia mengganti gaun pesta love dengan kaos oblong kebesaran miliknya kemudian menarik selimut sampai sebatas d**a love. Huff, Keenan menghembuskan nafasnya berat kala dia merasakan juniornya dibawah sana sudah mendesak ingin di tuntaskan. Dia adalah laki-laki normal yang akan bereaksi melihat tubuh polos montok Wanita yang di cintainya di depan mata. Keenan tidak akan melakukan perbuatan b***t itu apalagi dalam kondisi love tidak sadarkan diri seperti ini, dia akan senang hati melakukannya kalau dengan persetujuan dari love. Tapi dia tau itu mustahil, mengingat seberapa benci nya Wanita ini terhadapnya. Tapi rupanya setan masih saja ingin menggoda Keenan, entah keberanian dari mana yang di dapatnya sampai akhirnya Keenan menyibakkan selimut yang sudah menutupi tubuh love. Dia lumat bibir love yang sedikit terbuka karena tidur nya, selalu manis. Dia makin memberanikan diri untuk melesakkan lidahnya mengabsen setiap inci gigi love dan membelit penuh damba lidah nya, tangannya tergoda untuk masuk ke dalam kaos putih itu dan kemudian meremas benda kenyal yang sukses ia genggam. Keenan sudah gelap mata, hasratnya sudah membuncah, ia angkat kaos putih itu sehingga memperlihatkan dua benda kenyal yang dikaguminya. Detik berikutnya ia lahap bukit kembar itu penuh gairah, love melenguh kecil tapi tetap tidak sadar dari tidurnya. Ketika Keenan ingin melakukan lebih, suara ponselnya berbunyi nyaring di tengah sepi nya suasana apartemen. Dia seperti tersadar kalau yang dilakukannya salah, dia merapikan Kembali kaos dan selimut love. Kemudian dia mengangkat panggilan yang ternyata dari Sam. “halo bang..”sapa nya dengan suara berat menahan sesuatu. “velov sama lo kan? Tadi jimmy bilang velov pingsan dan lo bawa pulang?” cerocos Sam tidak sabar, karena khawatir dengan adiknya. “Iya bang..Velov ada di apartemen gue. Tadi dia pingsan dan gue gak berani bawa dia pulang, takut bikin khawatir mbok yem” jelas Keenan panjang lebar. “oke gue percaya lo bisa jaga Velov, gue nitip dia ya” terdengar hembusan nafas lega dari seberang telepon. Sam selalu percaya pada laki-laki yang baru di telpon nya, dulu maupun sekarang. Hanya saja waktu itu dia tidak mempunyai kesempatan untuk membela Keenan, dia tau kejadian itu adalah salah paham. Tapi dampak dari kesalah pahaman itu lah yang membuat Sam tidak bisa membela Keenan. Dia lebih memilih menjaga dan menjadi pelindung Velove yang waktu itu benar-benar sedang terpuruk.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD