"Baiklah aku akan pergi tapi setidaknya ... Tolong berikan aku kesempatan untuk bicara dan menjelaskan dengan detail." Aku terdiam beberapa saat, gula yang kupegang di tangan hanya mengambang dan tidak kuletakkan pada tempatnya. Aku membisu dan sudah pasti tahu apa yang akan dia sampaikan dia akan berusaha mencari pembenaran dengan berbagai alasan klasik yang terdengar membosankan. Dia pasti akan bilang kalau ayahnya sudah berjanji dan tidak mau mengingkari janjinya sebelum kematian. "Tidak ada lagi yang perlu dijelaskan. Saya sibuk, silakan pergi dari sini." "Fat ..." Nada suara Mas Rudi terdengar sangat lembut, menyentuh sampai ke relung hatiku, ingin rasanya aku menangis tapi aku mencoba melawan rasa itu dengan segera membalikkan badan dan tersenyum. "Iya Mas, sebaiknya kamu pulang

