Tring.... Ponselku berdenting dengan satu bunyi notifikasi yang menandakan bahwa sebuah pesan sudah masuk ke dalam wa. Ku buka pesan itu dan mendapati sebuah pesan pendek dari nomor asing, bunyinya. (Aku mungkin rugi kehilangan gelang emas tapi kau kehilangan hal yang lebih besar dari itu, aku benar-benar puas mendengar bahwa adik sepupuku itu akan menikah dengan kerabat jauh kami, sepertinya aku harus membuat syukuran atas apa yang terjadi.) Tidak perlu ditanya aku sudah tahu itu adalah pesan dari Santi yulisa. Dia mengejekku dan berbahagia di atas penderitaan ini. (Ya, terima kasih, aku juga turut bahagia untuk Mas Rudi aku mendukung apapun yang membuat dia dan keluarganya senang.) (Hahahaha, aku yakin hatimu sangat hancur.) Kenyataannya memang iya tapi aku tidak akan menunjukka

