Tanpa terasa air mataku jatuh begitu saja tumpah di sepanjang lorong rumah sakit sampai aku menaiki lift untuk turun ke lantai dasar. Entah kenapa hati ini seakan ditikam belati beracun yang seakan ingin mengambil nyawaku dalam waktu beberapa detik saja. Aku tidak meletakkan ekspektasi untuk belajar terluka karena kau pikir bahwa kami akan baik-baik saja. Mengingat bagaimana dia membelaku semalam aku benar-benar yakin bahwa dia adalah calon jodoh yang tepat. Tapi apa yang terjadi hari ini, keadaannya berubah 180 derajat karena ayahnya sakit dan meminta dia untuk dijodohkan dengan kerabatnya sendiri. Entah ini takdir yang sudah berlaku atas diriku atau hanya alasan klise, orang tuanya sakit dan harus menjodohkan anaknya dengan salah satu keluarga, ya Allah, sungguh besar cobaan yang haru

