"Jangan terlalu percaya diri, aku paham betul perasaan ibu dari anak anakku, meski dia memberi kebaikan padamu, belum tentu ia memberi hatinya. Dulu kami punya hubungan yang kuat, aku adalah cinta pertamanya dan mustahil ia melupakanku begitu saja." "Baiklah, mari bersaing, tapi sebaiknya kau pikirkan kebaikanmu dan kebaikan istrimu, jangan mengejar orang lain lalu mengabaikan yang sudah ada." "Itu bukan urusanmu, lagipula, aku tidak akan mempertahankan yang tidak pantas dipertahankan. Aku akan mengubah segala tentang hidupku mulai dari sekarang." "Kurasa tidak penting memberi tahu kamu tentang rencananmu," ucap Mas Rudi sambil mengarah padaku dan mengucapkan pamit. "Aku kerja dulu." Dia menyalami dan beranjak. "Tidak malu ya, seorang dokter yang harusnya jadi panutan, malah mengejar

