21

1082 Words

"Baiklah silakan masuk," ucapku dengan ekspresi datar kubiarkan dia duduk di ruang tamu lalu pintu terbuka, aku masuk ke dalam untuk mengambilkan minum dan menyuguhkannya ke hadapan Mas Fendi 2 menit kemudian. "Terima kasih," ucapnya saat aku menyajikan kopi. "Sama sama." "Aku ingin minta maaf atas kejadian pagi tadi." "Kenapa kau minta maaf untuk sesuatu yang bukan salahmu?" "Entahlah, ini untuk memperbaiki hubungan kita?" "Maksudnya?" Aku mengernyit sambil mengangkat alis sebelah. "Supaya kita bisa berteman dan akrab dengan anak anak." "Kalau itu memang awal baru yang kau inginkan maka aku tidak keberatan, asalkan kau jangan mengungkit-ungkit tentang perasaan masa lalu dan cinta." "Jika kau tidak menyukainya maka aku tidak akan mengungkitnya lagi. Tapi jujur saja aku masih menci

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD