29

1147 Words

(Jujur saja aku terluka.) Membaca pesannya aku tergelak sendiri dan merasa heran. Apa yang membuat dia terluka? Sementara saat dia menikah dulu aku sama sekali tidak menunjukkan keberatan dan luka. Kenapa pertemuan di rumah sakit membuka kembali kerumitan yang pernah ada. (Hei, berpikirlah dengan jernih, kau bahkan tak pantas mengatakan itu padaku sebab kau punya istri. Harusnya kau malu Mas!.) (Benar juga. Aku berjanji bahwa aku bisa memenangkanmu!) (Pertama tama hiduplah mandiri dan berdiri di kaki sendiri, baru kau berencana memenangkan aku. Jika kau masih numpang hidup dari istrimu, rasanya tak elok bicara penuh percaya diri padaku.) (Percayalah, aku bisa mengubah segalanya.) (Mulailah dari sekarang, jangan hanya bicara saja.) Aku tidak bermaksud serius agar dia memenangkan aku,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD