30

1165 Words

"Mohon maaf sebelumnya, bolehkah saya tahu apa maksud perkataan Anda?" tanyaku dengan sopan. "Kau punya anak kan? Ketika kau menikah dengan Rudi anak itu juga akan menjadi anak Rudi dan tanggungannya." "Saya tidak pernah meminta beliau untuk menanggungnya, insya Allah saya bisa mengatasi kebutuhan anak saya sendiri. Tapi meski demikian jika Mas Rudi menanggung kami itu mungkin sudah bentuk dari kesadarannya sebagai imam dan suami." "Hahaha, aku terkesan dengan gaya bicara dan keberanianmu," jawab pria itu sambil menatapku dengan tajam. "Daripada membicarakan itu sebaiknya kita mulai makan,"ucap Mas Rudi sambil mencoba mengalihkan perhatian dan percakapan kami yang kaku dan canggung. Calon Suamiku itu mengarahkan aku dan kedua orang tuanya untuk segera ke meja makan. Dan meski Ayah Mas

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD