#20

841 Words
CHAPTER 20   Hana melangkah ringan menuju kelasnya. Sejenak melupakan sakit hatinya kepada Abra. Sebenarnya ini juga ada campur tangan dari Dafa. Kemarin saat hari Minggu, Dafa mengajaknya ke toko buku di salah satu mall di Jakarta. Yah, setidaknya hal itu sedikit membantu. Kegiatannya kemarin sedikit membuatnya melepaskan ingatan menyakitkan beberapa hari yang lalu. Sampai di kelasnya, masih sepi. Mungkin ini terlalu pagi. Harusnya ia tau jika jam segini yang datang palingan cuma satpam dan petugas kebersihan. Ditambah sama anak OSIS yang piket. Oh iya, hari ini kan Abra piket OSIS, ucap Hana dalam hati. Betapa terkejutnya dia saat menemukan setangkai mawar pink segar di atas mejanya. Segera ia meraihnya dan jatuhlah selembar kertas kecil. Dengan segera, Hana mengambilnya dan membaca tulisannya. Selamat pagi cantik. Mawar pink khusus buat kamu. Karna mawar merah terlalu mainstream :) Your prince Lah, ini dari siapa, pikir Hana. Tak ada nama pengirimnya di sana. Your prince?  Siapa pangerannya? Terlalu sibuk berpikir, Hana pun langsung menyimpan mawar itu ke dalam tasnya. Dan dengan kening berkerut, ia keluar kelas menghampiri lokernya untuk mengambil beberapa buku. Dan lagi-lagi ia di buat terkejut. Ada sebantang cokelat toblerone besar diatas tumpukan bukunya. Siapa yang meletakkan cokelat itu disana? Lagi pula loker kan terkunci. Dan yang memiliki kuncinya hanya pemilik loker dan guru BK. Masa iya guru BK yang ngasih? Namun saat ia menoleh ke arah pintu loker, tertempel notes disana. Cokelat manis untuk gadis yang manis. Semoga suka dengan bunga dan cokelatnya. - aku sayang kamu. Jadi ini orang yang sama dengan orang yang ngasih gue bunga? Pikir Hana. Segera saja ia mengambil bukunya dan tentu saja membawa cokelat itu bersamanya. Saat di perjalanan menuju kelas, ia bertatap muka dengan Dafa yang sepertinya baru datang karna tas masih tersampir disalah satu bahunya. Dan tanpa waktu lama, Dafa pun sudah mendekat. "Pagi cantik..." ujar Dafa lembut dengan senyum menggoda. "Apaan si.." jawab Hana bersemu. "Ahelah baru gitu doang udah merah. Sebenernya pengen lama-lama sama princess, tapi gue belom kerjain PR. Jadi gue duluan ya. Byee princess." Ujar Dafa mengacak rambut Hana sebelum berbalik. Sedangkan Hana hanya melambaikan tangannya dengan senyum manis. Tiba-tiba berbalik dan melangkah mundur. Dengan suara yang cukup keras ia berkata, " Oh iya lupa. Aku sayang kamu." Oh Tuhan. Untung sekolah masih sepi. Punggung Dafa pun hilang di belokan koridor. Dan tiba-tiba saja semuanya menjadi jelas untuk Hana... Bunga mawar; Selamat pagi cantik. Mawar pink khusus buat kamu. Karna mawar merah terlalu mainstream :) Your prince Cokelat tablerone; Cokelat manis untuk gadis yang manis. Semoga suka dengan bunga dan cokelatnya. - aku sayang kamu. Kalimat ucapan selamat pagi dari Dafa; Pagi cantik... Ungkapan sayang dari Dafa; Oh iya lupa. Aku sayang kamu. Oalaaaah, jadi yang ngirim semua ini Dafa? Ada sesuatu yang membuncah di hatinya. Namun ada juga sayatan sembilu yang terasa. Masih dengan satu alasan; kenapa Dafa? Kenapa bukan Abra? Dan matanya pun tertuju ke gerbang. Dimana disana Abra berdiri tegak berjaga di gerbang depan bersama beberapa rekan OSISnya. Tak selang lama, Hana pun memutuskan pandangannya dan berjalan kembali ke kelas. Tanpa menyadari sesuatu yang janggal dari kesimpulannya. * Tak terasa jam istirahat telah tiba. Saat diajak Amoy ke kantin Hana menolak dan berkata kepada Amoy untuk ke kantin lebih dulu saja. Di kelas, ia memakan cokelat spesialnya sambil memperhatikan mawar putih yang sudah tergelak di atas mejanya. Semua ini dari Dafa? Kenapa kamu baik banget sih Daf. Aku jadi ga tega kalo nolak kamu terus. Gumam Hana pelan. "Yoott Hana pagi-pagi udah dapet bunga sama cokelat. Dari ketos ya Han?" Suara salah satu temannya meleburkan pikiran Hana. Hana tersenyum pahit, "maunya juga gitu." * Tak terasa lagi sekarang udah waktunya pulang. Kayaknya waktu berputar cepet banget hari ini. Baru rasanya fajar datang, tapi nyatanya sebentar lagi matahari terbenam. Saat di koridor, ia berpapasan dengan anak cowo kelasannya Abra. Ada Abra disitu. Tapi ga jalan barengan sama Dafa. Secara reflek, Hana memanggil Dafa. "Dafaaa.." Mereka semua berhenti dan menoleh ke arah Hana. Mimik wajahnya beda-beda. Ada yang cengar-cengir, ada yang mengernyitkan dahi, ada menatap Hana jahil, ada juga yang heran. Tapi Hana tak peduli. Walau jarak mereka cukup jauh, tanpa repot-repot mendekat, Hana pun berucap keras, "Makasih ya bunga sama cokelatnya. Dadaaahh." Dan gadis itu pun melambaikan tangannya, berbalik pergi tanpa memperhatikan raut heran di wajah Dafa. Tanpa sadar juga jika ucapannya didengar Abra. Dengan santai Hana mengatakan itu tanpa menyadari kejanggalannya. Bunganya masih segar, itu berarti baru di taro saat itu juga. Ini hari senin, berarti loker baru dibuka hari ini karna kemarin libur. Itu tandanya cokelatnya juga baru ditaro hari ini karna kalo dari kemaren-kemaren bakal meleleh. Kunci loker hanya ada di pemilik loker dan guru BK, jadi yang naro pasti orang yang deket sama guru BK. Hana menemukannya saat masih pagi banget dengan kemungkinan yang datang baru satpam, petugas kebersihan, dirinya sendiri, dan yang piket OSIS. Ia bertemu Dafa saat sudah mendapatkan bunga dan cokelatnya sementara Dafa baru datang. Tatapan heran dari Dafa. Jadiiiiiiii??? *** Jadi orang pertama yang ada di pikiran lo ngasih bunga dan cokelat itu Dafa ya Han? Gue telat banget apa?
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD