Happy Reading.
*
Aliya bergerak tidak nyaman saat Jimin terus menekan tubuh mereka. Jimin mencoba memasukinya lagi dan Aliya hanya bisa pasrah karena Aliya sendiri memang menikmatinya.
"Jhim!" Jimin masih mencoba memasuki Aliya yang masih terasa sangat sempit. Padahal Jimin sudah berulang kali memasukinya.
"Kenapah kauh sesemphit inih sayanghh!" Geram Jimin yang masih kesusahan memasuki Aliya.
Jimin masih mencoba menekan dan akhirnya tubuh mereka menyatu. Jimin mengeram nikmat saat merasakan remasan lembut pada Juniornya yang tertanam dalam tubuh Aliya.
"s**t kau benar-benar nikmat sayang!" Jimin menggerakkan tubuhnya. Memasuk dan mengeluarkan Juniornya dalam tubuh Aliya. Bibir Jimin tidak berhenti mendesah nikmat merasakan bagaimana penyatuan mereka.
"Ah! Jhim!" Aliya hanya mampu mendesah pasrah dibawah kungkungan Jimin. Sentuhan Jimin membuatnya kelimpuangan dan kehilangan akal sehatnya.
"Akuh! Ahhhh!"
*
"Mwoooo?" Teriak Jisang keras sementara Han Jaewon hanya bisa menunduk dalam. Jaewon tidak akan berani menghadapi Jisang jika sedang marah.
"Mian Hyung!" Wajah Jisang mengeras. Apalagi mengingat perkataan Jaewon yang mengatakan jika Taehyung mengetahui rencananya.
"Bunuh Ji Yeon!" Jaewon tersentak saat mendengar ucapan dingin Jisang.
"Hyung!" Jisang manatap tajam Jaewon.
"Kau tidak mau?" Teriak Jisang geram.
"Bukan begitu Hyung, tapi Ji Yeon masih terlalu kecil!" Kata Jaewon pelan.
"Aku tidak peduli! Yang kuinginkan hanya melihat keturunan Park Jimin musnah" teriak Jisang geram.
"Tapi ini Ji Yeon, Hyung!" Lirih Jaewon.
"Kubilang aku tidak peduli!" Gertak Jisang geram.
"Jika kau tidak mau biar aku saja!" Desis Jisang sambil berlalu meninggalkan Jaewon yang membeku.
"Andwae!" Lirih Jaewon.
*
Taehyung melirik dalam pada Ji Yeon yang tengah tidur diranjangnya, disampingnya ada Lisa yang juga ikut memikir. "Bawa Ji Yeon pergi dari Seoul Lis!" Lisa melirik Taehyung sebentar dan kembali fokus pada Ji Yeon.
"Aliya?" Tany Lisa pelan.
"Itu urusanku! Kau cukup bawa Ji Yeon pergi. Aku akan meminta Jungkook untuk mengawasi dan menjaga kalian!" Jawab Taehyung tegas.
"Yang lain perlu tahu?" Tanya Lisa.
"Ya tapi tidak semuanya. Hanya Jimin Hyung dan Sehun Hyung! Aliya dan yang lain tidak perlu. Karena Aliya sendiri akan dalam pengawasanku penuh!" Lisa mengangguk mengerti.
"Jangan bawa apapun. Aku akan mengganti identitas kalian! Kau cukup gandeng tangan Ji Yeon dan jangan sampai ada yang menyentuhnya!" Taehyung menengok Lisa. Menyatukan tanganya dan tangan Lisa, menggenggam erat jemari Lisa dengan erat dan menatap dalam manik bambi Lisa.
"Jaga dirimu baik-baik! Aku percaya padamu dan jangan sampai kau terluka. Aku akan menunggumu dan anak kita!" Lisa tersenyum simpul dan mengangguk.
"Aku janji akan menjaga Ji Yeon dan anak kita!" Taehyung mengarahkam tangan kekarnya untuk menyentuh perut datar Lisa. Mengusap pelan perut datar Lisa.
"Kau pasti bisa!" Taehyung mencium lembut kening, mata, hidung, dua pipi, dagu, dan bibir manis Lisa. Menekuk kakinya dan mensejajarkan wajahnya dan perut Lisa. Mencium lembut perut Lisa berulang kali dan membisikkan sesuatu.
"Jaga dirimu baik-baik Aegi!" Ujar Taehyung sambil mengecup perut Lisa lagi.
"Kami akan baik-baik saja Appa!" ujar Lisa sambil mengusap rambut tebal Taehyung.
"Appa akan menunggumu!" Ujar Taehyung.
*
Aliya menunduk saat Jimin terus menatap intens dirinya. Dari tadi Jimin tidak membiarkanya bergerak bebas, selalu saja ada pengawasan dan Aliya jadi gugup dan bingung sendiri.
"Wae Jim?" Tanya Aliya pelan.
"Aniya!" Jawab Jimin pelan dan langsung mendekati Aliya.
"Kau mau jalan-jalan?" Tanya Jimin menawarkan.
"Jalan-jalan? Lalu Yeon?" Tanya Aliya balik.
"Akan pergi dengan Lisa dan Taehyung sementara kita bisa pergi berdua!" Jawab Jimin.
"Tapi aku sedang hamil tua!" Kata Aliya.
"Gwenchanayo! Aku akan menjagamu, kajja!" Ajak Jimin sambil meraih pinggang Aliya.
"Aku ganti baju dulu!" Kata Aliya.
"Ara!"
*
Layaknya pasangan muda yang sedang berkencan Jimin dan Aliya berjalan ditaman dengan tangan yang saling bertaut erat. Jimin sendiri tampak gembira berjalan bersama Aliya dan Aliya hanya bisa tersenyum melihat keceriaan Jimin.
"Kita harus sering-sering seperti ini. Hehe biar awet muda" Aliya tersenyum dan mengusap pipi Jimin.
"Kau sudah punya anak dan akan punya anak lagi. Ingat itu" ujar Aliya lembut.
"Tidak masalah" Aliya mengangguk pelan. Mereka tampak nyaman berjalan tapi tidak sadar saat dua mata tajam seseorang mengawasi mereka.
"Kau akan mati Jim" Namja tersebut Jung Jisang menatap benci kearah Jimin. Apalagi melihat tangan Jimin dan Aliya yang bertaut erat.
"Lihat apa yang akan kulakukan" Jisang pergi meninggalkan Aliya dan Jimin yang masih berjalan ditaman.
*
Aliya masuk kedalam rumah keluarga Kim dengan wajah pucat. Tanganya tidak berhenti mencengkram perut bagian bawahnya. Satu hal yang ingin Aliya tahu. Putrinya Park Jiyeon.
"Dimana Taehyung Oppa?" Tanya Aliya pelan pada pelayan dirumahnya.
"Tuan muda mengantar Nona Lisa kebandara" Aliya membulatkan matanya kaget.
"Bandara? Lalu Jiyeon?" Baru saja Aliya akan pergi Taehyung lebih dulu datang dari luar.
"Oppa Jiyeon eodi?" Tanya Aliya tidak sabar pada kakaknya. Bukanya menjawab Aliya, Taehyung justru menuntun Aliya untuk duduk di sofa.
"Oppa~~~"
"Sebentar" setelah mereka duduk Aliya masih belum tenang juga.
"Maaf karena tidak bilang padamu. Jiyeon pergi dari Korea bersama Lisa. Aku membawa mereka ke Thailand. Ini demi keselamatan anakmu" Aliya menatap tidak percaya kearah Taehyung. Thailand? Sejauh itu.
"Oppa"
"Jung Jisang mengincar nyawa anak dan suamimu" sela Taehyung yang membuat Aliya bungkam.
"Jung Jisang?" Taehyung mengangguk dan meremas tangan adiknya.
"Dia Psikopat Aliya. Dia menginginkanmu, dia juga yang menyabotase mobil kalian 3 tahun yang lalu dan dia juga yang membunuh Jihoon. Kecelakaan Jimin juga karena Jisang dan dia ingin kematian anak-anakmu" Aliya menggeleng tidak percaya atas ucapan Taehyung. Apa lagi ini?
"Tapi kenapa Oppa? Aku tidak pernah kenal Jisang sebelumnya. Dan bagaimana bisa dia ingin orang-orang di sekitarku mati?" Tanya Aliya dengan suara tercekat tidak percaya.
"Kau memang tidak mengenalnya tapi Jimin kenal. Mereka, Sehun Hyung, Jimin dan Jisang berteman lama" kata Taehyung.
"Tapi kenapa Jisang bisa menginginkanmu?" Tanya Aliya tidak percaya.
"Kau ingat saat sebelum kau menikah ada yang selalu mengirimiku boneka beruang hitam?" Aliya terbelalak kaget dan mengangguk.
"Apa itu Jisang?" Tanya Aliya tidak percaya.
"Ya Jisang adalah orangnya. Aku sudah menyeledikinya dan Jisang adalah dalang dari semua ini" jawab Taehyung.
"Setelah mendengar berita pernikahanmu dan Jimin, Jisang jadi psikopat gila. Dia pernah dirawat di Belanda selama 2 tahun dan saat dia kembali kesini dia langsung merencanakan kecelakaan kalian" Aliya lemas setelah mendengar ucapan Taehyung.
"Op~~" ucapan Aliya terhenti saat ponselnya berdering.
"Yeob~~brakk" Ponsel Aliya jatuh seketika dan membuat Taehyung kaget.
"Wae?"
Tbc.