'Hei, sensei. Kalau kau sudah punya pacar, setidaknya pakai cincinmu.' Tomoyoshi tersenyum setiap kali dia mengingat ucapan perawat di rumah sakit tadi. Dan sekarang, setelah berdiri cukup lama di depan toko perhiasan, Tomoyoshi mulai berjalan masuk, menghampiri sebuah etalase khusus cincin. Ada banyak sekali cincin bermotif indah dengan hiasan batu permata di tengahnya, entah itu yang kecil atau besar. "Cincin untuk bertunangan?" Tanya pegawai yang menghampiri Tomoyoshi dari belakang etalase tersebut. "Aku ingin yang sederhana." Ujar Tomoyoshi yang sukses membuat pegawai itu tersenyum dan langsung mengeluarkan semua cincin yang berbentuk sederhana namun terlihat cukup mewah. Pegawai itu memberikan beberapa cincin berwarna putih dengan hiasan permata kecil di tengahn

