Bab 33

876 Words

Tomoyoshi menyentuh belakang kepala Nanase, meremas rambut hitamnya penuh nafsu degan bibir yang terus menempel pada bibir Nanase. Bibir Nanase rasanya seperti bumbu tsukiyaki, sangat nikmat dan membuat libidonya semakin naik. Lidahnya berusaha menjejal masuk ke dalam rongga mulut Nanase, mencoba mengajak lidah pria itu bermain, menari bersama benang-benang saliva yang terus tertaut meski sesekali dia menjaga wajahnya dari Nanase hanya untuk sekedar membiarkan pria itu menghirup udara untuk paru-parunya. Nanase mendesah, meski dia tidak suka, tapi ciuman yang diberikan Tomoyoshi benar-benar tidak membuatnya melepaskan diri. Dia terus menerima dan tidak menolak sama sekali, bahkan saat Tomoyoshi mulai meraup bibirnya sedikit lebih kasar. "Mmn...ngh...hhh...." Desahan mulai terdengar dar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD