Bab 63

1754 Words

Yuruizawa menggerutu saat dia berjalan menuju ke rumah sakit, dia bahkan lupa kalau dia sedang mendapat jadwal piket pagi dan harus ikut dalam rapat divisi, karena itu dia hanya duduk diam di kantin rumah sakit sambil memesan semangkuk nasi untuk sarapan. Semua perawat yang melihatnya bahkan tidak bertanya sama sekali padanya karena melihat bagaimana wajah Yuruizawa yang terlihat sangat angker. Bahkan, orang yang mengantarkan makanan untuknya pun hanya diam dan menggigit bibirnya dari dalam karena takut kena semprot setelah reputasi Yuruizawa yang galak dan suka membentak dan memelototi orang yang mengusiknya. Dan tentu saja, mereka tidak ingin jadi sial karena menyapa atau membuat lidah mereka salah bicara di hadapan Yuruizawa. Dengan wajah yang sangat angker, Yuruizawa terus memakan ma

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD