Sudah hampir sekitar lebih dari satu jam kami menunggu dengan kecemasan yang masih menyelimuti, berharap kabar baik itu benar-benar akan kami dengar. Tidak lama kemudian, Dokter keluar dari ruangan. Kami serentak berdiri dan menghampirinya. “Boleh saya minta salah satu perwakilan dari masing-masing keluar Bella maupun keluarga Irgi?” “Saya, Dok.” Jawab Mama dan Tante Irine bersamaan. “Baik lah, sebelumnya kami mengucapkan maaf yang sebesar-besarnya, kami sudah melakukan yang terbaik. Namun, benturan yang Bella alami di kepalanya cukup serius hingga menyebabkan pendarahan hebat. Kami hanya berhasil menyelamatkan nyawa Irgi karena lukanya tidak terlalu serius, namun saat ini Irgi masih belum sadarkan diri.” Mama yang mendengar perkataan tersebut langsung jatuh tidak sadarkan diri k

