Minggu pagi, aku berencana kembali mengunjungi Rumah Sakit untuk menemani Tante Irine dan Irgi. Mama menggelengkan kepalanya saat melihatku yang hendak mengikat tali sepatu sambil menggigit ujung roti dan membiarkannya menggantung di mulut. Setelah ku pastikan tali terikat dengan benar, aku beranjak dari tempat duduk dan melangkah menuju Mama untuk pamit. “Loh, Andri?” Kedatangannya mengejutkan aku yang hendak berjalan ke garasi. “Hai, selamat pagi.” Sapanya sambil tersenyum. “Pagiiii. Kamu kok tumben gak ngabarin dulu kalau mau ke sini?” “Sengaja. Kamu gak senang ya liat aku ada di sini?” “Hey, nggak gitu.” Aku menarik tangannya untuk duduk di kursi panjang depan rumah. “Kamu mau ke mana?” Ketika ia menyadari jika aku telah berpakaian rapi dan hendak pergi. “Ke Rumah

