Wanita hebat

1373 Words

Senin hingga jumat aku gunakan untuk bekerja dan beristirahat. Sementara hari sabtu dan minggunya, toko buku dan Andri sedang tidak lagi menjadi prioritasku. Akhir-akhir pekan ini aku gunakan untuk menemani Tante Irine dan menjaga Irgi. Meski Irgi dan Bella tidak jadi menikah, Irgi sudah aku anggap seperti Kakak ku sendiri. Dan Tante Irine pun sudah ku anggap seperti keluargaku.   *kriiiingg* Handphoneku berdering. Aku berusaha meraih handphone yang kuletakan di meja kecil samping ranjang. Dengan mata setengah terbuka, aku mencoba menjawab panggilan masuk dari Andri.   “Halo, Nyn?   “Iya, Ndri, ada apa?” Jawabku sambil menguap.   “Ya ampun, baru bangun?”   “Iya nih, hehe.”  “Belum sarapan, kan?”   “Belum, kamu?”   “Belum juga. Mau sarapan keluar? Aku jemput, ya?”   “Ndri, kayakn

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD