“Ada apa, Nyn? Kak Irgi kenapa?” Tanya Airin ketika aku telah selesai mengakhiri panggilan dengan Tante Irine. “Kak Irgi masuk Rumah Sakit, semenjak kepergian Bella, dia gak mau makan dan gak pernah berbicara satu kata pun. Keadaannya yang seperti itu akhirnya ngebuat dia jatuh sakit dan harus di rawat.” “Pasti rasanya berat banget buat Kak Irgi. Gue titip salam ya kalau nanti lo jadi jenguk. Sorry gak bisa ikut nemenin ke sana.” “Iya pasti. Gak apa-apa kok, Rin. Gue minta doanya aja, ya? Semoga Kak Irgi cepat sembuh dan bisa ngejalanin hari-harinya kayak biasa lagi.” “Pasti, Nyn.” “Lo ke sana sama siapa? Sendirian?” “Sama bokap sih rencananya, soalnya bokap juga mau sekalian jenguk Kak Irgi.” Ia mengangguk sebagai tanda mengerti. Setelah makan siang dan beristirahat

