Ini adalah bulan ke 6 aku menghabiskan akhir pekan bersama Irgi. Pertemuanku dengan Andri hanya sebatas mengantarkanku ke kantor dan menjemputku pulang ke rumah. Setelahnya, kami melanjutkan percakapan secara virtual. 6 bulan aku tidak menyisihkan waktu akhir pekanku untuk dihabiskan bersamanya sama sekali. Tetapi, betapa beruntungnya aku memilikinya! Ia benar-benar tidak keberatan akan hal itu. Meski raut wajahnya sempat sedih di beberapa minggu yang lalu ketika aku berkata bahwa masih belum bisa untuk meluangkan waktu untuknya, ia tetap mencoba untuk mengerti. “Ada yang jual es krim. Kamu mau gak?” Irgi menunjuk tukang es krim yang melintas di hadapan kami ketika kami sedang asyik duduk di Taman yang pernah aku datangi dengan Andri dan Abel. Ya, di bulan ke 6 ini, kondisinya semakin

