Perjalanan kembali ke rumah Armi terasa dua kali lebih lama dari pada saat berangkat tadi. Tika berjalan dengan cukup lambat karena kondisi kakinya yang masih bengkak dan terasa nyeri saat berjalan. “Kamu masih kuat kan?” tanya Dipta khawatir. “Iya. Tapi aku jalannya pelan ya. Maaf ya Mas Samsul dan Mas Amir harus sabar buat sampai rumahnya,” ucap Tika tak enak hati. “Gak apa, mbak. Dari pada kaki mbak makin bengkak mending jalannya semampunya saja. Ini sebentar lagi juga sampai rumah,” jawab Samsul yang juga disetujui oleh Amir. “Samsul, kamu sama Amir jalan dulu saja. Tolong bawakan motor. Biar nanti saya naik motor ke rumah ibu. Dan kaki Tika tidak semakin bengkak,” perintah Dipta kepada Samsul. “Baik, mas. Nanti tunggu kami kembali ya,” sahut Samsul dengan cepat. Kemudian S

