Bagian 52

2081 Words

“Dek,” panggil Dipta pada Tika yang sedang berjalan ke sana ke mari di dapur. Berjalan menuju kulkas, bufet, wastafel, memotong sayur, dan mengambil peralatan masak lainnya.   Tika hanya menanggapi dengan gumaman.   “Kamu masih marah karena kejadian Bu Sinta satu minggu yang lalu?” tanya Dipta entah sudah yang ke berapa kali. Dan jawabannya akan selalu sama, gelengan kepala Tika. Untuk kali ini Dipta berharap akan ada jawaban yang keluar dari bibir Tika.   Tika menggelengkan kepalanya. Benar dugaan Dipta, hanya gelengan kepala yang Tika berikan.   Dipta gemas sendiri, kenapa pula Tika harus gengsi. Bilang iya aku marah begitu apa susahnya sih? Entah sampai kapan mereka akan terus seperti ini.   Dipta memperhatikan Tika yang mondar-mandir di dapur. Dapat Dipta amati jika Tika se

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD