Pukul delapan Nathan keluar dari kamarnya dan berniat untuk sarapan di paviliun, karena memang ia tidak ingin sarapan di rumah utama mengingat kejadian semalam pasti sampai saat ini ia akan ditodong pertanyaan mengenai solusi dari masalahnya. "Kemana wanita itu? Biasanya dia sudah ada di meja makan dan menyapaku, apakah dia belum bangun? Atau masih di dapur?" Nathan mengedarkan pandangannya untuk mencari keberadaan Alana yang biasanya sudah ada di meja makan tapi nyata wanita itu belum terlihat batang hidungnya. Pria itu berjalan mendekat ke arah meja makan yang hanya terdapat roti tawar serta beberapa pilihan selai. "Pelayan," panggil Nathan sambil berteriak hingga membuat semua pelayan buru-buru menemuinya. "Ya Tuan Nathan, apa ada yang anda butuhkan?" tanya salah satu pelayan mewa

