“Dasar wanita tidak tahu malu!” sergah Rina setelah berhasil memberi Alana sebuah tamparan hingga wanita yang dianggapnya tidak tahu malu itu terjatuh ke lantai. Ia merasa geram dengan sikap Alana yang seakan tidak tahu malu karena dengan berani wanita itu mengatakan kalau dia adalah istri dari Nathan di kantor hari ini. Rina tidak menyangka kalau wanita sialan itu akan bertindak kejauhan. Alana memegang pipinya yang terasa sangat sakit serta memanas karena ia mendapatkan sebuah tamparan yang bisa dibilang sangat keras dan mungkin saja membekas. Sudut bibirnya juga sudah mengeluarkan darah segar akibat tamparan itu. “Maksud Mama apa?” tanya Alana yang masih berusaha untuk menghormati ibu mertuanya yang memang tidak menganggapnya sebagai seorang menantu. Wanita itu berusaha untuk bangkit

