chapter 1
"makasih udah anterin aku pulang sekolah kak." ucap soya, tersenyum menatap lelaki yang ada dihadapan nya.
seperti biasa, soya selalu dijemput dan diantar pulang oleh Vino. Tapi pacar nya itu akan menunggu nya di gang sebelum masuk ke rumah nya. Hal itu dikarenakan soya takut ketahuan ayah nya. Pasti ayah nya akan marah jika soya memiliki hubungan dengan seorang lelaki.
"Ada orang dirumah?" Vino mengamati rumah yang ada dibelakang gadis nya yang tampak sepi.
"Gak ada, bang choky lagi pergi ke bandung, terus orang tua aku ke aceh kemarin," jawab soya dengan mata yang mengikuti arah pandangan vino.
"Sendirian dong dirumah." vino kembali menatap soya.
"Iya kak, kenapa? mau main dulu?" tanya soya.
"Iya, boleh gak?"
Sebenarnya soya ingin menolak karena ia takut dimarahi abang dan kedua orang tuanya. tapi ia pikir-pikir lagi, jika menolak maka ia tidak enak dengan vino. lagipula ini kesempatan bagus karena tidak ada abang dan orang tua nya dirumah. vino juga ingin main kerumah soya sejak dulu tapi soya selalu menolak nya, dan soya pikir ini adalah kesempatan yang bagus. toh hanya bermain dirumah saja, nonton tv, dan tidak aneh-aneh, itu yang ada di fikiran seorang soya.
"Boleh, ayo masuk." ajak soya pada akhirnya. Sedangkan vino tersenyum miring dan segera memakirkan motor nya di depan rumah soya.
Langkah demi langkah mereka memasuki rumah yang cukup luas dan bernuansa putih. soya tak lupa mengunci pintu nya agar tidak ada orang asing masuk.
"duduk kak, maaf rumah ku agak berantakan." soya menaruh tas nya diatas meja kemudian ia duduk di sofa.
"Rumah kamu bagus kok. bersih juga."kata vino sembari duduk di samping soya.
Soya tersenyum mendengar ucapan vino. padahal ia belum menyapu rumah sejak kemarin. Maklum, soya sedikit malas. abang dan orang tuanya pergi sejak 2 hari yang lalu. dan tidak ada pembantu dirumah ini.
vino membuka tas nya. mengeluarkan beberapa snack dan minuman berakohol. Soya tak mengetahui apa minuman itu, matanya hanya terus menatap tangan vino yang mengeluarkan berbagai macam minuman dari tas nya.
"Kakak bawa ini semua?" soya sedikit terkejut, karena rupanya vino membawa banyak makanan dan minuman. padahal soya yang punya rumah, tapi vino yang menyiapkan snack sebanyak ini.
"iya, mau minum gak? Enak tau." goda vino pada soya.
"itu sirup atau apa?" tanya soya tak mengerti, tapi tangan nya terulur untuk mengambil botol beling yang dipegang vino. soya penasaran dan sedikit mencium aroma minuman itu
"ih, apa ini?" soya mengerutkan alis nya ketika mencium aroma minuman yang sedang ia pegang. baunya sangat menyengat.
"coba aja dulu, enak kok. minuman ini bikin kamu semangat."vino mengambil gelas yang sebelumnya sudah tersedia di meja tamu milik soya .
"bahaya gak?" tanya soya polos
Vino tertawa kecil. "enggak, buktinya aku gak papa kan?"
Soya mengangguk percaya dan ia menyerahkan botol beling itu kepada vino.
Vino menuangkan sedikit demi sedikit cairan berwarna merah keungu-unguan kedalam gelas berukuran sedang. setelah dirasa sudah cukup penuh, vino memberikan gelas berisi alkohol itu kepada soya.
Mula nya soya mau menolak tapi pada akhirnya ia menerima gelas itu. Soya juga penasaran dengan rasa nya, ya … walaupun bau nya memang menyengat tadi.
"coba minum." suruh vino yang juga ikut minum alkohol itu langsung dari botol nya.
soya mengangguk menuruti ucapan vino. Perlahan soya meneguk minuman itu sedikit demi sedikit, awalnya ia ingin berhenti namun ia melirik vino yang ada disamping nya.
"habiskan!"
soya meneguk semua minuman itu hingga tak tersisa. minuman itu membuat soya menggidik dan menyipitkan mata nya. namun lama-lama ia ketagihan, seperti ada sesuatu yang membuat candu.
"Gimana rasa nya?”
"Asem, pahit, tapi enak," ucap soya mulai terlihat ketgaihan.
"oh, kalo gitu minum lagi." tanpa aba-aba vino menuangkan minuman itu ke gelas soya dan soya dengan semangat meminum nya lagi.
****
2 jam telah berlalu, kini soya merasa mengantuk namun juga pusing. Ia membaringkan tubuh nya di sofa dan kepalanya berada di pangkuan vino.
"sayang," panggil vino, mengusap rambut soya lembut.
" hm," jawab nya
"aku cinta sama kamu. aku mau, kamu jadi milik aku. aku menginginkan kamu, soya." vino tersenyum mesra, sedangakan soya menatap vino bingung.
"menginginkan mu? maksudnya? " tanya soya tidak mengerti. Kesadaran soya juga hampir hilang, dan tubuh nya terasa panas.
"mumpung dirumah gak ada orang, aku mau b******a sama kamu." jantung vino berdegup kencang mengatakan kalimat itu. Jujur ia takut soya menolak nya, tapi vino benar benar menginginkan nya.
"b******a? Caranya gimana?"
vino merasa gemas dengan kepolosan soya. astaga wanita nya benar benar membuat nya gila.
"intinya kamu mau gak?" tanya vino memaksa.
"iya mau. asal kakak seneng.”
Astaga ucapan soya membuat vino semakin gila. perasaanya kini tak dapat dipendam lagi. rasa yang sudah lama ia ingin kan pada akhirnya akan terwujud hari ini. Vino beralih menindih soya dan mencium bibirnya. Namun tidak lama ia sadar bahwa mereka sedang diruang tamu. dengan cepat vino mengangkat soya menuju kamar nya yang ada dilantai atas
maaf jika ada typo. mohon dukungan nya guys. jangan lupa komen