gladis kedinginan meringkuk di lantai takkala saat Sean menaikkan suhu AC nya.
Sean sengaja melakukan hal tersebut supaya gladis merasakan penderitaan.
mata nya tertuju kepada gladis yang meringkuk di lantai.
terlihat pundak gladis yang gemetaran karna merasakan dingin nya suhu AC.
Sean yang berbalutkan selimut tebal hanya memandangi pundak gladis tanpa ekspresi.
sementara gladis menangis dalam diam nya.
dia tidak mau membuat Sean murka selama mami Yasmin ada disini.
hingga akhir nya dia tidur dengan meringkuk memeluk kaki nya saking kedinginan nya.
*********
dipagi hari gladis bangun duluan.
suhu kamar nya kini telah normal kembali.
Namum badan nya terasa sakit semua.
kepala nya sedikit pusing.
"aduhh kepalaku pusing ,,"
mungkin karna semalaman aku tidur dilantai dan suhu ruangan juga dingin.
perlahan gladis bangkit dari tidur seperti nya badan gladis seperti mau rontok.
pelan pelan dia meletakkan bantal yang dikenakan nya tadi ke samping Sean.
dia ingin cepat cepat bersiap siap sebelum Sean bangun nanti nya.
gladis menyegarkan badan nya dengan sentuhan air hangat supaya staminanya kembali lagi.
setelah mandi gladis bersiap siap dan menuju lantai bawah.
"selamat pagi mi,,,"
"pagi sayang,mana suami kamu??"
"ehkk Sean masih tidur mi."
"mungkin dia kelelahan jawab gladis asal".
"ohh ia ia mami ngerti pengantin baru pasti sering kelelahan ."
Yasmin menggoda gladis
""hmm hmm hmm siapa yg kelelahan ,,!"
terdengar suara bariton Sean yg sudah rapi dari anak tangga
Yasmin menatap anak semata wayang nya yg sudah rapi dengan stelan jas nya.
"itu gladis tadi bilang kamu kelelahan."
"mami merasa wajar ajah pengantin baru sering merasa kelelahan."goda Yasmin.
Sean tidak menanggapi godaan Yasmin dia hanya menatap gladis dengan tatapan dingin tanpa ekspresi.
"mi Sean buru buru ada rapat."
"nanti minta supir buat antar mami ke rumah sakit hari ini jadwal mami cuci darah."
"ia sayang nanti mami ditemani gladis saja gladis juga bisa nyetir."
"ia kan sayang,,???"
gladis yg diam saya sedari tadi gelagaban menjawab pertanyaan mama mertua nya itu.
"ehhh hmm ia mah bisa. "
Sean melirik gladis
(sejak kapan dia bisa menyetir)
okk baik lah Sean berangkat dlu.
sebelum Sean melangkah kan kaki nya mami memanggil nya.
"sean apa apan kamu ??"
"sebelum berangkat kerja berpamitan lh dengan istri mu."
"gladis ayo antar suami mu ke pintu depan."
"apa selama ini kalian sekaku ini.!"
"mi,,,aku sudah telat."
"kan yang punya perusahaan kamu Sean.!"
"kau bisa datang dan pergi sesuka hatimu keperusahaan mu sendiri."
"mi kalau bos nya saja sudah sering terlambat itu tidak bagus buat karyawan yang lain nya."
"gladis ayo antar suami mu kedepan."ucap Yasmin tanpa menanggapi perkataan Sean.
Sean mengisyarat kan matanya untuk mengikuti perkataan mami nya.
gladis bergegas berjalan mengikuti Sean yang sudah berjalan duluan.
Sean langsung masuk kedalam mobil nya Yasmin yang mengikuti mereka dari belakang sedikit kesal melihat dingin nya tingkah anak nya.
"sean apa kau tidak bisa sedikit lebih perhatian ke istrimu."
"apalagi mi!!!" sahut Sean malas.
"mulai hari ini sebelum berangkat kerja kau harus mencium kening istrimu dan gladis antar suami mu setiap hari ke pintu."
karna Sean malas berdebat dengan ibu nya dengan cepat Sean mengecup kening gladis dan pergi berlalu.
gladis tampak tersenyum datar dia tau itu hanya pura pura sementara Yasmin tersenyum dengan bahagia.
setelah menghabiskan sarapan nya mami Yasmin dan gladis lngsung menuju rumah sakit.
gladis yang pertama kali menginjakkan kaki ny kedunia luar merasa sangat bahagia.
dengan perlahan dia menyetir sambil sesekali mata nya melirik keramaian kota .
mami Yasmin hanya mengintruksi arah tujuan mereka.
sesampai di rumah sakit.
mereka langsung menemui dokter dan saat ini gladis lagi memeriksakan kesehatan nya.
hampir 1 jam gladis memeriksakan kesehatan nya dan akhir nya selesai.
"mami Yasmin: bagaimana dokter kesehatan anak saya pasca operasi kemarin??"
"dokter: begini Bu, apa gladis melakukan pekerjaan berat dirumah??"
"mami Yasmin: maksudnya dok!!!"
"dokter: setelah kmi melakukan uji kesehatan gladis terlihat kestabilan daya tahan tubuh ny tidak baik,,seperti ny dia kurang istirahat dan pola mkn ny tidak baik..itu sangat berbahaya bagi gladis mengingat sekarang dia hanya punya 1 ginjal."
Yasmin tampak cemas dan sedih mendengar perkataan dokter.
"dokter: saya ingin menganjurkan supaya nyonya gladis menjaga kesehatan nya."
"ini bisa saja berakibat fatal bagi nya Bu.
pikiran nya juga harus lebih rilex dan tenang."
"saya akan meresepkan vitamin yg bagus buat gladis dan tolong jaga kesehatan ny pinta dokter."
mami Yasmin hanya bisa mengangguk.
dia sangat sedih mendengar pernyataan dokter.
gladis yg baru saja tiba diruangan dokter melihat mami Yasmin yg hendak berdiri berpamitan dengan dokter.
"baik lh ibu Yasmin tolong ingat yg saya katakan tadi dan sesering mungkin gladis harus cek up."
"baik dokter."
mami Yasmin menggandeng tangan gladis.
"ayo sayang kita pulang,,,,, kmu harus banyak istirahat dirumah."
jangan lupa buat vote dan like yah kawan kawan biar Nana semangat buat nulis lagi disela sela menjaga anak anak
ohh ia komen sebanyak mungkin yah bestiee
jangan lupa untuk tetap bahagia ❤️❤️❤️❤️