“Kenapa p*********n terus-menerus berdatangan? Siapa dalang dari kerusuhan yang terjadi ini?” Sean meremat rambutnya kasar. Belakangan ini keadaan bangsa Immortal membuatnya cukup frustasi.
Fiona masuk kedalam ruang kerja Sean. Dia melihat Sean yang menaruh kepalanya di meja sambil terdengar u*****n dari mulutnya. Fiona tahu cepat atau lambat para monster akan keluar dan mulai memberontak.
Fiona berjalan mendekati Sean. Fiona menyentuh punggung Sean dan mengusapnya lembut mencoba memberi ketenangan untuk Sean. Sean mendongak melihat kearah Fiona. Sean sudah tahu jika Fiona masuk ke ruangannya karena bau matenya langsung menusuk indra penciumannya
“Mau aku bantu menyelesaikannya, Sean?” tanya Fiona
Sean menggelengkan kepalanya. Dia menarik tangan Fiona yang ada di punggungnya. Dia menciumi tangan Fiona. “Tidak perlu sayang. Aku bisa menyelesaikannya. Daddy juga ikut membantu” jawab Sean
“Kau yakin? Aku bisa membantu jika kau mau. Melawan mereka bukan hal baru untukku” Fiona mencoba meyakinkan Sean kembali
“Aku yakin. Hanya saja, aku bingung siapa dalang dibalik p*********n para monster yang mendadak. Karena tidak mungkin mereka menyerang dalam jumlah besar tanda adanya pemimpin” dahi Sean berkerut bingung
“Kronos”
Mendengar ucapan Fiona, Sean terkejut. Bagaimana dia bisa lupa hal itu.
“Biarkan aku membantu mu Sean. Hal ini terjadi karena diriku. Aku juga harus ikut andil di dalamnya. Anak buah Kronos sudah mulai melakukan pergerakan. Kronos juga akan segera bangkit” Fiona mencoba membuat Sean mengerti posisinya sebagai gadis ramalan
“Tapi itu akan sangat berbahaya sayang. Aku tidak mau kau terluka” ucap Sean yang juga tidak ingin suatu hal buruk terjadi pada matenya
“Tapi ini takdirku, Sean” Fiona menghela nafas “terluka ataupun tidak, aku harus tetap melakukannya” lanjut Fiona
“Saat ada p*********n. Biarkan aku membantu. Aku juga harus mempersiapkan diriku sebelum perang besar, bukan? Anggap saja ini latihan untukku. Selama ini aku berlatih dari kecil untuk dipersiapkan menjadi senjata pembunuh Kronos” jelas Fiona
Sean menghela nafas. Percuma beradu argumen dengan matenya yang keras kepala. “Baiklah. Tapi aku akan tetap disampingmu” syarat Sean
Fiona mengangguk mengerti. Dia harus segera menghubungi kembarannya. Ada banyak hal yang harus mereka bicarakan. Fiona kemudian keluar dari ruangan Sean.
***
Sesaat setelah keluar dari ruangan Sean, Fiona memasuki kamar Reese dan Olyvia yang berada tidak jauh dari kamarnya dan Sean.
“Kita harus segera menghubungi Cia dan membuat rencana. Mereka mulai menyerang dengan brutal dan mereka tidak boleh sampai mengetahui bagaimana rupaku atau semua akan kacau”
Reese dan Olyvia yang mendengar ucapan Fiona setuju. Karena jika sampai Fiona dan Felycia dikenali pihak musuh itu akan sangat berbahaya. Mereka benar-benar harus berhati-hati dalam setiap langkah yang mereka pijaki.
Fiona duduk di depan cermin besar lalu mulai berkonsentrasi dan merapalkan mantra. Beberpa detik kemudian muncul wajah kembarannya. Felycia yang sedang bersantai terkejut karena tiba-tiba Fiona menghubungi tanpa pemberitahuan. Untung dirinya sedang sendirian di kamar.
“Ada apa Fio?”
“Cia, kita harus segera menyusun rencana”
“Rencana? Rencana apa?” tanya Felycia bingung
“Kau tidak mendengar tentang p*********n yang dilakukan para monster?”
“Ah… ya aku mendengarnya. Ini ada hubungannya dengan kebangkitan Kronos, begitu?”
“Ya kau benar. Kita harus segera memikirkan rencana sebelum para Titan menyerang”
Felycia yang berada di dalam cermin mengangguk setuju. Dia sempat lupa karena beberapa bulan ini dia tidak mendengar apapun. Richard sengaja memblok semua akses yang bisa membuatnya mendengar tentang p*********n atau apapun. Baru beberapa hari yang lalu dia tahu setelah mencuri dengar pembicaraan Richard dan Bryan.
“Kita harus bertemu, Fio. Kita tidak bisa berbicara seperti ini” usul Felycia
“Cia benar Fio. Kita tidak bisa berkomunikasi seperti ini. Terlalu beresiko jika sampai salah satu omega mendengar” ucap Olyvia menyetujui
“Ya kalian benar. Disaat seperti ini kita tidak bisa mempercayai sembarang orang” Fiona setuju
“Tapi dimana kita bisa bertemu tanpa banyak orang yang tahu? Sangat susah mencari tempat tersembunyi”
“Air” ucap Fiona tiba-ba
“Air? Maksudmu apa Fio?”
“Tidak ada orang yang bisa bernafas dalam air dalam waktu yang lama selain kita” jelas Fiona
“Kau benar. Tapi bagaimana dengan Krystal dan Aiden mereka tidak bisa bernafas di dalam air. Reese dan Olyvia bisa karena dia ciptaan Daddy”
“Kita bisa membuat mereka bernafas dalam air, Cia”
“Ah... Kau benar. Kenapa aku bisa lupa” Felycia menepuk jidatnya
“Jadi kapan kita berkumpul?” tanya Felycia memastikan
“Tidak bisa untuk sekarang. Sean selalu mengikuti kemana langkah ku pergi”
Mereka mulai berpikir bagaimana cara mereka bisa bertemu. Felycia pun tidak bisa pergi karena Richard selalu mengawasinya. Tiba-tiba sebuah ide melayang diotaknya
“Bagaimana jika malam hari? Saat mereka tidur”
“Kau benar. Kita buat mereka kelelahan selama sehari hingga membuat mereka kelelahan bahkan hanya untuk membuka mata” meskipun susah, wajib untuk dicoba
“Baiklah dua hari lagi kita bertemu. Jangan lupa beritahu Krystal dan Aiden”
Felycia mengangguk. Kemudian bayangan Felycia mulai menghilang dari kaca. Fiona pun keluar dari kamar Reese dan Olyvia. Dia sudah terlalu lama disana. Bisa dipastikan jika Sean akan mencarinya.
***
Seharian ini Sean dibuat kalang kabut oleh matenya. Saat satu permintaan terpenuhi Fiona akan meminta sesuatu yang lain hingga membuat Sean kualahan. Dari semua permintaan Fiona yang membuat Sean bingung adalah semua permintaannya mengandalkan fisik.
“Sayang, aku rasa aku sudah tidak kuat lagi melakukan keinginanmu. Tubuhku rasanya sungguh lelah. Jika masih ada yang kau inginkan akan aku lakukan besok”
Sean berbicara sambil merebahkan tubuhnya ke ranjang. Saat mendapatkan posisi yang nyaman, Sean langsung terlelap. Fiona yang melihat Sean mendengkur tersenyum tipis.
Rencanaku berhasil
Dia segera pergi ke belakang mansion yang langsung berbatasan dengan hutan. Reese dan Olyvia sudah disana, menunggunya.
“Kita langsung pergi ke arah barat. Aku sudah berbicara dengan Felycia. Kalian bisa terbang, bukan?” Reese dan Olyvia mengangguk sebagai jawaban
“Kita lewat jaur udara agar cepat. Karena Felycia seharusnya sudah sampai. Aku akan memanggil pegasus” jeas Fiona
Fiona mulai memusatkan pikirannya untuk memanggil pegasus. Beberapa detik setelahnya kuda hitam dengan surai rambutnya yang juga hitam serta sepasang sayap segelap malam terlihat turun dari langit. Pegasus adalah anak Poseidon dan Medusa.
Segera setelah Fiona menaiki Pegasus, Olyvia dan Reese segera membentangkan sayap mereka. “Kita berangkat” perintah Fiona
Mereka mulai terbang menjauh dari pack Sean. Sekitar 30 menit mereka sampai. Saat Fiona turun dari punggung Pegasus langsung disambut dengan wajah cemberut saudara kembarnya. Fiona yang mengetahui sebab kembarannya hanya menghela nafas.
“Sean terlalu banyak memiliki tenaga. Hingga aku harus banyak meminta ini-itu agar tenaganya cepat terkuras. Jadi jangan salahkan aku, salahkan saja kekuatan Sean yang mirip seperti banteng itu” jelas Fiona
“Baiklah. Kali ini aku terima alasanmu Fio”
“Kau harus”
Setelah itu Fiona terkejut karena ia diterjang oleh pelukan. Saat tahu siapa pelakunya Fiona hanya tersenyum dan memeluk sang pelaku balik.
“Aku merindukanmu, Krys” ucap Fiona
“Aku pun begitu. Kau tahu saat berada disana aku sangat merindukan kebersamaan kita berempat” jelas Krystal
Fiona mulai melepaskan rangkulan dari Krystal. “Kita langsung saja. Kita tak punya banyak waktu. Sebelum mereka sadar jika kita tidak ada di pack”
Mereka semua menganggukkan kepalanya. Mereka tahu bagaimana posesifnya para Alpha jika menyangkut Luna mereka. Fiona dan Felycia segera pergi kepinggir pantai dan merapalkan mantra hingga ada bola air besar di laut. Setelah itu ada tangga yang menuju kearah bola air itu.
Felycia menoleh kearah belakang mengatakan dengan isyarat agar mereka mengikuti langkahnya. Krystal dan Aiden sedikit ragu karena mereka tidak bisa bernafas dalam air.
Tiba-tiba Olyvia berada di belakang mereka berdua, “Percayalah pada mereka. Kalian tidak akan mati didalam air. Mereka adalah putri dari Dewa Lautan, jika kalian lupa” setelah menepuk bahu Krystal Olyvia segera menyusul langkah Reese yang sudah lebih dulu mengikuti Felycia dan Fiona yang sudah berada di depan.
Krystal dan Aiden menghembuskan nafasnya meyakinkan diri mereka sendiri. Setelah merasa yakin mereka melangkahkan kakinya mengikuti langkah Olyvia yang berada di depan mereka.
Saat mereka sudah berada di dalam bola air, bola air itu mulai bergerak masuk kedalam laut. Seakan menelan tubuh mereka kedalamnya. Saat merasa sudah cukup dalam Fiona merapalkan mantra hingga ada oksigen didalam bola air itu. Sehingga Krystal dan Aiden bisa tetap bernafas.
“Sekarang kita harus segera membuat rencana. Karena kita akan melakukan rencana ini secara terpisah. Mengingat aku berada di Silvermoon pack dan Cia berada Bloodmoon pack”
“Lalu apa yang harus kita lakukan, Fio?” tanya Aiden
“Akan selalu ada serangan mendadak di waktu dekat ini. Para pengikut Kronos mulai menunjukkan diri mereka agar kami keluar” jelas Fiona. “Jadi tugasmu Aiden adalah awasi setiap pergerakan di perbatasan Bloodmoon pack. Karena gerakan sekecil apapun kau bisa mendengarnya, bukan?” lanjut Fiona
“Kau benar. Aku akan menjadi alarm bagi mereka agar selalu waspada. Begitu maksdumu, Fio?” tanya Aiden
“Iya, kau benar. Untuk sementara ini Reese juga akan melakukan hal yang sama seperti Aiden. Beri aku tanda saat bahaya mendekat. Seperti saat dulu, sebelum kita pergi ke Camp Halfblood” Reese mengangguk mendengar penjelasan Fiona
Disaat darurat seperti ini memang hanya Fiona yang bisa membuat strategi cepat. Fiona adalah orang yang tenang tapi mengamati dan perkiraannya hampir tidak pernah meleset sekalipun. Bahkan Felycia tidak menyela sama sekali ucapan kembarannya dan berubah sangat serius.
Sebenarnya ini semua akan lebih efektif jika mereka berdua bersama dalam satu tempat. Karena mereka saling memahami satu sama lain tanpa berbicara.
“Untukmu, Cia. Pastikan kau bisa ikut membantu saat ada serangan mendadak. Itu adalah satu-satunya cara kita berlatih. Pastikan Richard memberimu ijin untuk bertarung. Kau paham sampai sini?”
“Aku paham maksudmu Fio. Aku pastikan aku akan bergabung disaat ada serangan” jawab Felycia dengan yakin
“Ingat. Jangan lupakan samaranmu dan samarkan baumu, Cia. Tidak boleh ada yang tahu siapa kita. Tidak sampai waktu yang ditentukan. Kita harus menyembunyikan keberadaan kita atau semua yang dilakukan Daddy, Chiron dan Mommy sia-sia” jelas Fiona
“Aku mengerti, Fio. Waktu kita sebelum pertempuran hanya tinggal beberapa bulan. Aku berharap tidak ada hal yang buruk terjadi”
“Aku pun berharap seperti itu” jawab Fiona
“Untuk sekarang sepertinya hanya ini dulu. Dengan berjalannya waktu akan banyak rencana yang harus kita siapkan. Krystal pastikan kau selalu berada disisi Cia”
Krystal menganggukkan kepalanya. Bola air itu mulai naik ke permukaan. Mereka mulai keluar satu persatu. Saat mereka keluar matahari sudah mulai menampakkan dirinya. Mereka semua segera bergegas ke pack karena akan berbahaya jika mereka belum sampai saat matahari mulai naik.
***
To Be Continued