D&W 17

2187 Words
Fiona sudah siap untuk pergi begitu pula Reese dan Olyvia, hanya tinggal menunggu sepi maka mereka akan segera berangkat. “Kita akan bergerak saat tengah malam dan itu tinggal satu jam lagi. Pastikan semua barang bawaan yang penting sudah kalian bawa” ingat Fiona “Barang kami tidak banyak Fio. Jadi semua sudah siap” “Bagus kalau begitu” *** Di tempat yang jauh yaitu Olympus. Poseidon sedang duduk sendirian di tangga pintu masuk. Artemis yang melihat hal itu mendekati Poseidon. “Kau akan diam saja Poseidon?” “Apa maksudmu Artemis?” tanya Poseidon “Melihat apa yang terjadi pada kedua putrimu. Kau tidak akan melakukan sesuatu?” “Pasangan mereka adalah makhluk ciptaan Selene dan Selene sudah menentukan takdir mereka. Lalu apa yang bisa aku lakukan?” “Kau memang benar. Tapi kau bisa sedikit membantu anakmu, bukan?” “Aku memang bisa. Tapi, untuk sekarang biarkan seperti ini dulu. Fiona harus pergi untuk mencari sekutu dan Sean akan menghalanginya jika dia sadar. Ini jalan yang harus Fiona tempuh meskipun aku tidak tahu jika Felycia akan terkena hal yang sama dengan Fiona” jelas Poseidon Menjadi gadis ramalan bukanlah suatu hal yang mudah. Apalagi ramalan yang menyangkut semua makhluk hidup. Jika dia melakukan sesuatu yang berlebihan Zeus akan murka. Poseidon sedang malas berurusan dengan Zeus. “Aku akan kembali ke Laut. Sudah cukup lama aku meninggalkan tempatku. Kedua putriku juga akan menemuiku, jadi aku harus berada di sana” Setelah pamit, Poseidon segera kembali ke kerajaannya. Banyak hal yang harus dia persiapkan juga. *** “Luna” Fiona berjingkat kaget Fiona yang mendengar suara orang memanggilnya segera menoleh. Melihat Kai yang memanggilnya Fiona mengelus dadanya. “Anda akan pergi sekarang?” tanya Kai Fiona mengangguk. “Tidak ada banyak waktu jadi aku harus pergi” jawab Fiona “Bolehkah saya mengantar anda sampai ke perbatasan. Ada yang ingin saya sampaikan pada anda, Luna” tanya Kai “Baiklah” Fiona segera melangkah dengan Kai di sebelahnya, Reese dan Olyvia di belakangnya. “Apa yang ingin kau katakana, Kai?” tanya Fiona membuka percakapan “Delta, Gamma dan beberapa warrior senior akan mulai perjalanan besok pagi” “Kau mengatakannya pada Sean tentang hal ini?” “Tidak Luna. Kami melakukan ini secara sembunyi” balas Kai “Kami sendiri merasa Alpha sudah sangat berubah dan kami sudah tidak mengenali sosok Alpha kami lagi. Jadi, mereka semua setuju untuk mencari obat untuk Alpha. Meskipun resikonya cukup besar” jelas Kai. “Apa saya tidak bisa ikut dengan anda Luna?” tanya Kai “Tidak Kai. Kau jaga Sean untukku” perintah Fiona Mereka bertiga dan Kai sudah sampai diluar perbatasan pack. Fiona memanggil Arion salah satu kuda anak Poseidon, ayahnya. “Baiklah aku percayakan Sean padamu, Kai. Kita akan bertemu nanti di waktu yang tidak bisa aku tentukan" Kuda hitam yang terlihat gagah dan indah mendatangi mereka. Kai dibuat menganga, kuda itu adalah kuda tercepat dari seluruh clan Kuda. Kai berpikir bagaimana Fiona bisa memanggil kuda itu. Karena rumornya kuda itu tidak akan datang pada siapapun dan tidak tunduk pada siapapun. “Dia Arion salah satu anak ayahku dan Dewi Demeter” Fiona mengenalkan Arion pada Kai. “A-Arion? Kuda legenda yang abadi itu?” tanya Kai tidak percaya. Dia tidak menyangka bisa melihat wujud kuda yang melegenda itu. “Ya kau benar, aku lah kuda itu” mendengar Arion bisa berbicara semakin membuat Kai terkejut “Ada apa kamu memanggilku, Fiona?” tanya Arion berbalik kearah Fiona. Karena tidak biasanya Fiona memanggilnya. Fiona lebih suka meminta bantuan pada Pegasus karena perjalanan udara lebih cepat di tempuh dari pada darat yang terlalu beresiko. “Antar aku kembali ke camp Halfblood. Larimu cukup cepat, dan akan mudah melewati monster yang berkeliaran malam ini” “Lalu mereka?” tunjuk Arion pada Reese dan Olyvia dengan moncongnya. Fiona menoleh kebelakangnya. “Mereka bisa berubah menjadi apapun. Mereka adalah makhluk ciptaan daddy jadi kamu tidak perlu khawatir” “Baiklah. Segera naik ke punggungku” setelah mendengar ucapan Arion, Fiona segera naik ke punggungnya. Seketika Reese dan Olyvia ikut berubah menjadi kuda. Kai kembali terkejut untuk kesekian kalinya. Dia tidak menyangka dua wanita yang selalu menjaga sang Luna bisa berubah wujud seperti itu. Fiona beralih kearah Kai “Kai, kita berpisah dari sini. Jangan lupa pesanku padamu tempo hari” “Baik Luna” jawab Kai patuh “Jalan Arion” setelah mengatakan hal itu Arion segera berlari menembus gelapnya malam di hutan dengan diikuti oleh Reese dan Olyvia di belakang mereka. Perjalanan malam ini cukup tenang. Tidak banyak makhluk liar yang berkeliaran. “Tidak biasanya hutan ini sepi tanpa monster atau rogue yang berkeliaran?” tanya Fiona bingung “Sudah beberapa hari belakangan para monster itu menghilang” jawab Arion “Ada sesuatu yang aneh. Benarkan Arion?” “Ya kau benar Fiona. Aku juga merasakan sesuatu yang aneh” jawab Arion “tapi kenapa kamu ingin kembali ke camp Halfblood malam ini?” tanya Arion kemudian “Ada hal yang harus aku lakukan dan mungkin nanti aku akan membutuhkan bantuanmu lagi” “Panggil saja seperti biasa, aku pasti akan datang” “Terima kasih Arion” Arion terus berlari selama satu jam. Hingga gerbang camp Halfblood bisa mereka lihat. Mereka berempat langsung masuk kedalam gerbang. Arion mengantarkan Fiona hingga di depan pondok Poseidon. Fiona segera turun dari punggung Arion. Begitu pula Reese dan Olyvia yang kembali dalam wujud manusia mereka. “Terima kasih, Arion” “Sama-sama Fiona” Arion kemudian melangkah pergi menjauh dari mereka. Fiona kemudian melangkahkan kakinya kedalam pondok dia butuh istirahat. Sedangkan Olyvia dan Reese langsung masuk kedalam laut. *** Pagi hari di kediaman sang Alpha Silvermoon pack terjadi kerusuhan. Sang Alpha marah besar karena tidak ada yang tahu kemana perginya sang Luna. Pakaian dan semua barangnya raib membuat Sean merasa ada yang hilang dari dirinya. “Kalian berjaga semalam, bagaimana bisa kalian tidak ada yang tahu kemana perginya Luna? Bagaimana kalian bisa teledor seperti ini?” murka Sean Kai lari dengan tergopoh-gopoh kedalam mansion. Tadi ada salah satu warrior yang memindlink dirinya jika sang Alpha tengah murka. Hingga langsung membuat Kai yang masih setengah sadar langsung sadar sepenuhnya. “Alpha, tolong tenangkan amarahmu. Kemarahan anda tidak akan membuat anda bisa menemukan Luna” Kai mencoba memberi Sean pengertian “Tapi..” “Sean, kau meninggalkan aku sendiri di kamar” teriak Rachel marah Semua orang yang ada disana jengah melihat kelakuan Rachel yang bertindak seperti Luna. “Maafkan aku Rachel. Aku harus mencari kemana Luna ku pergi” “Untuk apa kau mencarinya lagi. Masih ada aku disini” ucap Rachel manja dan langsung memeluk Sean dari samping Kai yang mendengar ucapan Rachel merasa mual ‘dasar rubah’ “Mau bagaimanapun dia adalah Luna yang sebenarnya di Silvermoon pack. Tidak ada yang bisa menggantikannya. Kau paham akan hal itu, bukan?” “Tapi tetap saja Sean” “Sudahlah aku tidak mau bertengkar denganmu karena masalah ini lagi” potong Sean “Lihat saja kau wanita tidak tahu diri. Kau akan aku tendang dari pack ini dan pergi selama-lamanya dari sini” gumam Kai emosi Sedangkan di tempat lain, Fiona baru saja bangun dari tidurnya. Fiona mulai meregangkan badannya dan perlahan bangun dan mendudukkan dirinya diatas ranjang. “Memang benar tidak ada tempat ternyaman kecuali rumahmu sendiri. Jika seperti ini aku jadi merindukan mommy” ucap Fiona Fiona segera bangun dan membersihkan diri. Dia harus menemui Chiron setelah ini. Fiona keluar dari kamarnya dan berjalan kearah dapur, perutnya sudah lapar. Saat berada di dapur Fiona terkejut karena Cia menjatuhkan spatula hingga terdengar bunyi nyaring. “Cia, bisakah kamu tidak membuat keributan di pagi hari?” tanya Fiona jengkel “Kamu.. kamu kapan datang?” ucap Felycia sambil berjalan menghampiri Fiona “Kemarin malam” jawab Fiona pendek Melihat mulut Felycia yang terbuka akan mengucapkan sesuatu, Fiona segera menyela “Kamu sudah tidur tadi malam. jadi, jangan bicara apapun dan mulai sekarang aku akan tinggal disini” “Tinggal disini? Apa kamu ada masalah di Silvermoon pack?” tanya Felycia “Ya begitulah. Orang ketiga yang memaksa masuk kedalam hubunganku dengan Sean dengan segala cara” “Apa kamu diusir oleh Sean, Fio? sepertiku” Fiona menggelengkan kepalanya “Lalu kenapa kamu pergi? Seharusnya kamu melawannya” teriak Felycia jengkel “Ada yang harus aku lakukan lebih dulu, Cia. Bisa kita tidak bahas tentang lelaki bodoh itu dulu. Aku jadi marah jika mendengar namanya” Felycia mengangguk “Kita sepertinya akan melakukan perjalan panjang sebentar lagi. Tapi aku masih belum tahu perjalanan panjang seperti apa yang akan kita tempuh” “Dari mana kamu tahu, Fio?” tanya Felycia “Siapa lagi, tentu saja Delfi sang oracle” “Lalu?” “Aku masih belum tahu, Cia. Mungkin nanti kita akan tahu. Untuk sementara aku ingin mengistirahatkan pikiran dan tubuhku dulu disini” Fiona berjalan kearah pantry dan mulai memasak sarapan pagi. Fiona mulai dengan membersihkan kekacauan hasil ulah Felycia di pantry. Setelah itu Fiona mengambil beberapa lembar roti dan memasukkan ke pemanggang roti. Kemudian, Fiona mulai membuat telur mata sapi, bacon dan salad. Terakhir dia meminta Felycia membuatkan segelas s**u dan menuang air putih, Mereka mulai makan dalam diam. Mereka memang terbiasa makan dengan keadaan hening dari kecil. Mommy mereka mengajarkan untuk tidak berbicara saat makan. *** “Chiron” panggil Fiona “Fiona, Kau kembali? Tanya Chiron “Ya begitulah dan sepertinya aku akan lama menetap disini” “Apa ada sesuatu yang terjadi?” “Masalah yang selalu terjadi di antara para pasangan. Ada yang ingin aku tanyakan padamu Chiron. Ini mengenai perkataan Oracle” “Katakan” ucap Chiron “Oracle Delfi mengatakan jika aku akan melakukan perjalanan panjang penuh resiko. Tapi aku masih tidak tahu” “Lebih baik kau tanyakan pada ayahmu, Fiona. Aku yakin dia lebih paham” “Kau benar. Apa aku harus ke Olympus?” Chiron mengedikkan bahunya. ”Ah… Aku ingat, ayahmu kembali ke kerajaannya” Fiona kemudian berlalu dari hadapan Chiron. Fiona berlari kearah rumahnya dan segera melangkahkan kakinya kearah belakang rumah. Saat Fiona akan melangkahkan kakinya kedalam air laut suara Felycia menghentikan langkahnya. “Fio” teriak Felycia “Ada apa, Cia?” “Kamu ingin kemana?” tanyanya “Aku harus menemui daddy” jawab Fiona “Daddy tidak di Olympus?” “Chiron bilang tidak. Itu lebih baik dari pada harus pergi ke Olympus. Aku sangat membenci tatapan Hera saat melihatku” “Kamu benar. Kalau begitu aku ikut” Fiona dan Felycia segera masuk kedalam air dan mulai menyelam. Banyak binatang laut yang menghampiri mereka untuk menyapa mereka. “Dolphi” teriak Felycia memanggil salah satu lumba-lumba yang akrab dengan mereka “Cia” peringat Fiona. Felycia hanya menunjukkan cengirannya Lumba-lumba yang bernama Dolphi itu berenang menghampiri mereka. “Hai Dolphi” sapa Fiona “Kalian ingin menemui Dewa Poseidon?” “Iya, kami akan menemuinya” jawab Felycia “Tunggu sebentar” Dolphy memanggil beberapa temannya Fiona dan Felycia yang mengerti segera berpegangan pada kawanan lumba-lumba itu. Seketika para kawanan lumba-lumba itu berenang dengan cepat. Dengan cepat mereka sampai di kerajaan ayah mereka. Para kawanan lumba-lumba dan Dolphi segera pamit pergi. Mereka berdua melangkahkan kakinya kedalam bangunan megah itu. Di pertengahan mereka bertemu dengan Triton salah satu putra ayahnya. “Kalian datang?” Fiona menganggukkan kepalanya “Dimana Daddy? “Dia berada di ruangannya” “Baiklah, aku akan menemui daddy dulu” Triton kembali berenang melanjutkan perjalanannya yang tertunda. Begitu pula Fiona dan Felycia. Mereka mendorong pintu besar di depannya dan terlihat lah ruangan santai milik ayahnya. “Dad” panggil Fiona Poseidon yang mendengar segera menoleh kearah depan pintu “Putriku, kalian datang” Poseidon berjalan kearah kedua putrinya. Ketika Poseidon tepat berada di depan mereka, Poseidon segera membawa kedua putrinya dalam pelukannya. “Maafkan daddy tidak bisa melakukan apapun. Tapi tenang saja daddy akan memberi sedikit peringatan pada mereka” “Peringatan? Bukannya sebuah ancaman Dad” tanya Fiona di pelukan ayahnya Felycia yang mendengar ucapan Fiona terkekeh geli. Mereka tahu pasti seorang Dewa terkenal keras kepala dan egois. “Apa bedanya? Menurut daddy sama saja” jawab Poseidon mengelak Fiona melepas pelukan daddynya “Kami datang kemari ingin menanyakan sesuatu pada daddy” “Daddy sudah tahu apa yang ingin kamu tanyakan, putriku” “Kalau begitu bisa langsung daddy jawab” “Kalian harus mencari sekutu. Ada beberapa Titan yang tidak berpihak pada Kronos. Kalian harus membuat mereka mau membantu kita nanti” “Siapa saja mereka, dad?” tanya Felycia “Cyclops. Untuk mereka kalian tidak perlu khawatir aku sudah membujuk mereka agar mau membantu kita. Kalian harus mengeluarkan Hekatonkhire si raksasa tangan seratus dari Tartarus tapi masalahnya tidak akan mudah membujuk Tisifon” “Kami harus kedunia bawah?” tanya Felycia dengan enggan “Betul putriku” Poseidon tersenyum melihat wajah masam Felycia “Fio, kau akan di dekatku kan saat disana?” tanya Felycia “Sejak kapan aku meninggalkanmu?” tanya Fiona malas “benar juga” jawab Felycia membenarkan “Kalian tidak hanya harus kedunia bawah tapi masih banyak lagi. Aku akan menuntun kalian nanti” “Baiklah Dad” *** To Be Continued
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD