D&W 16

1654 Words
Hari berlalu dengan cepat, hari ini tepat seminggu sejak kedatangan Rachel ke pack dan sikap Sean yang semakin berubah. Fiona bahkan Kai sudah tidak mengenali sosok Sean lagi. Sean sudah tidak mendengar perkataan Fiona lagi. Bahkan saat Reese dan Olyvia tahu apa yang terjadi pada Fiona, mereka segera menegur Sean tapi Sean sama sekali tidak memperdulikan perkataan mereka hingga membuat mereka jengkel. Fiona mulai menjabarkan ramalan sang Oracle satu persatu. Beberapa hari lalu dia mendapat surat dari kembarannya jika matenya membawa gadis lain yang dia klaim sebaih wanitanya hingga tanpa berpikir panjang Felycia memilih kembali ke camp Halfblood. “Kegelapan datang yang berarti jika gadis itu adalah kegelapan yang dimaksud. Aura gadis itu sudah menjabarkan semuanya. Sakit tiada tara menggambarkan perasaan ku yang terluka karena harus melihat perlakuan manis Sean kepada gadis itu. Lalu perjalanan panjang...” gumaman Fiona terhenti. Dia bingung dengan maksud perjalanan panjang, belum lagi perkataan sang Oracle yang mengatakan diperjalanan itu dia akan mendapat sesuatu yang tidak dia duga dan perjalanan yang harus dia lalui sebelum perang besar. ‘Reese, Olyvia datang keruangan ku sekarang’ perintah Fiona lewat telepati Dalam hitungan detik Reese dan Olyvia sudah berada di kamar Fiona. Fiona sekarang tidak tidur di kamar yang sama dengan Sean. Fiona memiliih kamar yang jauh dari kamar Sean. Bahkan sekarang Sean dengan terang-terangan membawa gadis itu kedalam kamar yang dulu Fiona tempati. Sean benar-benar sudah kelewatan. “Bantu aku menjabarkan perkataan Delfi sang Oracle. ‘perjalanan yang penuh resiko. Girl of prophecy, Daughter of Poseidon akan mendapatkan sesuatu yang tidak dia duga. Perjalanan yang harus di lalui sebelum perang besar terjadi’ apa maksud kata-kata itu?” “Sepertinya kamu akan melakukan perjalanan panjang yang memiliki resiko lebih besar dari pada misi mu selama ini” pendapat Olyvia “Kalau menurutku, kamu akan mendapatkan sesuatu yang tidak akan kita duga di perjalanan panjang itu” Reese ikut mengemukakan pendapatnya “Tapi kalian tahukan sejak aku menjadi Luna disini aku tidak bisa keluar terlalu lama dari pack. Apa lagi harus melakukan perjalanan panjang. Tugas menjadi Luna sudah sangat sulit hingga membuat ku kepala ku nyaris pecah. Ditambah lagi dengan kelakuan Sean sekarang yang semakin membuat ku yakin jika dia adalah pria bodoh yang mudah dipengaruhi. Bagaimana bisa meraka memberikan ku pasangan seperti itu” ucap Fiona berapi-api “Kita akan cari cara mengusir gadis gila itu dari sini. Melihat kelakuannya membuatku mual. Rasanya aku ingin segera menebaskan pedangku pada gadis gila itu” Reese memang sangat tidak suka dengan Rachel. Aura Rachel membuatnya ingin sekali membinasakannya. Fiona dan Olyvia hanya saling pandang. Tingkah bar-bar Reese kembali lagi. Padahal selama ini emosi Reese bisa terkendali. *** Di tengah malam Reese terbangun karena tenggorokannya terasa kering. Tangannya meraih gelas yang berada di nakas sebelah ranjangnya. Saat melihat gelas itu kosong Reese memutar bolanya malas karena harus turun untuk mengambil air. Dengan langkah malas Reese turun dia melihat lampu dapur yang menyala. Insting negatifnya menyala. Reese berjalan mengendap-endap kearah dapur. Saat sudah dekat dengan dapur Reese menyembunyikan dirinya di belakang dinding. Dia bisa melihat jika Rachel sedang membuat minuman. “Dengan ramuan ini sebentar lagi aku bisa memiliki Sean sepenuhnya. Gadis bodoh yang menjadi matenya itu akan segera terusir dari pack ini dan aku yang akan menjadi Lunanya. Tidak sia-sia aku belajar menyamarkan bauku. Untung saja saat itu aku tahu Sean sedang berburu jadi aku bisa memanfaatkan para Rogue liar yang sudah aku mantrai untuk menyerang Sean dan aku berpura-pura menjadi manusia pemberani yang menolong Sean. Aku begitu ingin menjadikan Sean milikku tapi gadis itu menghalangi ku. Ckk... dasar pengganggu” tanpa sadar Rachel membeberkan rencananya Reese yang mendengar semua rencana Rachel berusaha menahan amarahnya. Dia harus tenang seperti yang biasa Fiona lakukan saat menghadapi masalah. Rachel selesai membuat minuman dan berjalan kearah dimana Reese berdiri. Reese kemudian mengubah dirinya menjadi air dan masuk kedalam salah satu vas bunga yang ada di dekatnya. Saat Rachel sudah melewatinya Reese berubah kembali menjadi manusia dan mengikuti langkah Rachel yang kearah ruang kerja Sean. Reese membuka pintu ruang kerja Sean sedikit. Dia bisa melihat bagaimana Rachel merayu Sean. “Menjijikkan” ucap Reese “Sean kapan kamu akan membuatku menjadi Lunamu?” tanya Rachel tidak tahu malu “Tidak bisa Rachel sayang. Hanya Mateku saja yang bisa menjadi Luna di pack ini. Apa kamu tidak cukup dengan kasih sayang dan cinta yang aku beri? Bahkan rasa cinta dan sayang ku hanya untukmu bukan padanya” jawab Sean Reese yang mendengar ucapan Sean mengepalkan tangannya kuat. Amarahnya sudah berada di ujung. Sebelum amarahnya meledak Reese memilih pergi dari sana. Bahkan dia melupakan tujuan awalnya saat keluar kamar. * Paginya Reese langsung menyeret Olyvia ke kamar Fiona. Fiona yang baru selesai memakan sarapannya di buat terkejut karena Reese menggebrak pintu dengan keras. “Pintu itu bisa lepas jika membukanya seperti itu” ucap Fiona malas “Aku ada kabar yang harus aku segera sampaikan padamu, Fio” ucap Reese Olyvia hanya mendengus malas “Setidaknya kamu tidak menyeretku seperi sapi yang akan di sembelih Reese” ucap Olyvia jengkel “Oke hentikan. Jadi katakan padaku kabar apa yang kamu dengar” Fiona menengahi mereka sebelum mereka bertengkar “Gadis gila itu sudah merencakannya dari awal. Dia memberi Sean ramuan setiap hari yang mana bisa membuatnya mencintai gadis gila itu hingga lupa akan dirimu, Fio” “Sudah aku duga ada hal aneh pada Rachel” “Lalu apa yang akan kamu lakukan sekarang?” “Tentu saja pergi dari sini lalu kembali ke pack dan mencari tahu perjalanan apa yang harus aku lalui nanti, olyv. Lagipula Cia sudah berada di camp Halfblood. Setibanya kita disana kita akan ke Olympus mencari Daddy” jawab Fiona enteng “Lalu bagaimana dengan Sean? Kamu akan membiarkannya seperti itu?” “Sebenarnya aku juga tidak ingin membiarkannya seperti itu. Tapi jika aku tidak pergi dan terus berada di sini kita tidak akan bisa membuat persiapan apapun untuk melawan Kronos. Bukan aku egois karena memilih untuk pergi tanpa menyembuhkan Sean tapi aku juga tidak bisa meninggalkan takdir yang memang harus aku pikul” jawab Fiona “Lagipula jika memang kita di takdirkan bersama, sebanyak apapun hama seperti Rachel. Sean akan tetap kembali kepelukan ku. Lagi pula Sean tidak pernah melakukan hal yang lebih dari berpegangan tangan dengan Rachel jadi tidak masalah untukku” Fiona mengedikkan bahunya “Bagaimana kamu tahu jika Sean tidak melakukan apapun dengan gadis gila itu?” Reese tidak bisa menahan emosinya jika berhubungan dengan Rachel “Sean sudah menandaiku jadi otomatis jika dia melakukan hal yang tidak boleh dilakukan oleh pasangan yang bukan mate, aku pasti kesakitan dan itu berimbas pada Sean” jawab Fiona “Ah.. begitu” “Lagipula Allard tidak akan membiarkan Sean melakukannya. Rachel hanya menyihir Sean tapi dia tidak bisa menyihir Allard. Saat Rachel akan melakukan hal lebih Allard akan langsung mengambil alih tubuh Sean. Jadi tidak perlu khawatir” Ramuan Rachel memang hanya bisa mempengaruhi Sean saja dan tidak berpengaruh pada Allard. Karena itu Allard tidak pernah mau berbicara pada Sean. Dia hanya akan beraksi saat Rachel melakukan hal di luar nalar. Rachel hanya bisa mengunci Allard agar tidak berubah ke wujud serigalanya. Karena darah Sean sudah bercampur dengan darah Fiona maka dari itu ada beberapa ramuan yang tidak bekerja pada Sean. Rachel tidak tahu siapa sebenarnya Fiona. Rachel hanyalah seorang black witch yang masih belum bisa menguasai banyak ilmu sihir maupun ramuan. Di dukung rasa cemburunya membuat dia berani mengambil langkah yang sangat beresiko. “Kita akan pergi malam ini. Kalian siapkan barang kalian. Aku harus pergi sekarang ada orang yang harus aku temui” *** “Apa maksud anda, Luna” tanya Kai terkejut “Aku akan pergi malam ini Kai dan hanya dirimu yang bisa aku percaya. Jadi awasi Sean terus. Saat kamu ingin mengatakan sesuatu padaku tulis di sebuah kertas lalu masukkan kedalam air yang berada di taman belakang mansion pack. Air itu berada di wadah Kristal berwarna perpaduan biru dan pink. Saat kamu memasukkan surat itu pada air maka surat itu akan sampai ketanganku” Penjelasan Fiona membuat Kai percaya jika sang Luna akan benar-benar pergi. Dia menyalahkan kebodohan Alphanya yang malah memilih gadis aneh itu. “Tapi Luna..” “Aku pergi untuk kembali Kai. Saat ini aku benar-benar harus pergi. Aku akan memberikan mu kebenaran tentang Alpha bodohmu itu. Sean terkena mantra dari Rachel, aku sudah curiga dari awal ada yang tidak beres darinya tapi aku masih belum tahu karena dia menyembunyikan aura tubuhnya tapi aura gelap dalam dirinya tetap terlihat dimataku, hingga Reese mengetahui siapa Rachel. Jika kamu ingin Alpha bodohmu yang mudah terpengaruh itu sadar, cari seorang penyihir di daerah barat dia bisa menyembuhkannya. Aku bukannya tidak bisa kesana tapi aku memiliki hal yang lebih serius untuk kelangsungan semua makhluk di bumi. Manusia dan kaum Immortal bergantung padaku nantinya jadi aku terpaksa harus mengesampingkan Sean” “Luna, jika boleh saya bertanya. Bagaimana kami bisa menemukan penyihir itu?” “Tidak mudah menemukannya. Penyihir itu sangat suka berganti wujud tapi ada satu ciri khas yang selalu ada padanya bagaimanapun wujudnya. Warna kedua matanya berbeda. Perjalanan kesana bukan hal yang mudah. Kalian harus melewati banyak sekali Cyclops, Minotour, Khimera dan Ofiotaur. Mereka bukan lawan yang mudah. Saat kalian bisa melewati mereka akan ada sebuah gerbang yang membawa kalian ke tempat penyihir itu. Akan banyak ilusi dan hanya satu yang benar. Kalian harus dengan melihat teliti agar bisa menemukan penyihir itu” “Saya mengerti Luna. Tapi Luna. Khimera dan Ofiotaur makhluk seperti apa mereka?” “Khimera adalah monster setengah Singa, kambing dan ular dia bisa menyemburkan api, So, be careful. Ofiotaur adalah makhluk setengah banteng dan ular” “Kenapa saya tidak pernah melihat makhluk seperti mereka?” “Tempat kalian sangat jauh dari makhluk-makhluk seperti itu. Selama ini hanya orc atau Troll, bukan? Jika kalian terlahir sebagai Demigod makhluk berbentuk aneh bukan hal yang membuat kalian terkejut” Fiona terkekeh. “Anggap saja ini latihan sebelum peperangan besar terjadi” *** To Be Continued
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD