D&W 15

1820 Words
Fiona yang mendengar Sean kembali setelah berburu dengan Kai segera berlari menghampiri Sean. Fiona memelankan langkahnya saat melihat seorang gadis di sebelah Sean. Fiona mulai bertanya-tanya siapa gadis itu. Aura yang ada pada gadis itu terkesan gelap dan suram. “Sean siapa gadis yang kamu bawa ini? Sepertinya dia bukan gadis di pack ini” tanya Fiona “Dia menyelamatkanku. Tadi saat berburu aku sempat lengah hingga hampir saja aku diserang oleh Rogue tapi gadis ini menyelamatkanku. Dia gadis manusia yang pemberani” jawab Sean “Dia manusia biasa dan bukan clan Immortal? Kamu yakin?” Fiona mulai curiga “Apa maksudmu? Tentu saja aku yakin. Kamu ingat aku adalah seorang Werewolf, sayang. Tentu aku bisa tahu jika dia adalah gadis biasa. Tidak ada bau dari clan lain dalam dirinya” jelas Sean “Sean, aku ingatkan jika kamu lupa. Ada penghalang di dunia Immortal yang tidak bisa dimasuki manusia, begitu juga sebaliknya. Hanya pemimpin yang bisa menembus penghalang itu dan tidak ada manusia yang bisa menembusnya. Penghalang itu buatan dari Tiga Dewa Besar. Tidak mungkin bisa di tembus dengan mudah kecuali dia adalah seorang Demigod yang bisa leluasa menembus penghalang itu. Para Dewa sengaja membuat penghalang itu agar makhluk Immortal seperti Vampir dan Werewolf tidak bisa melukai manusia yang pada jaman dahulu masih sangat liar” Fiona menjelaskan panjang lebar pada Sean “Pasti ada cela Fiona. Tidak semua yang dibuat para Dewa itu sempurna” Sean kekeh dengan pendapatnya “Kamu pikir penghalang itu mudah di tembus? Mungkin kamu mudah menembusnya karena kamu seorang Alpha dan seorang Raja Werewolf tapi tidak bagi manusia biasa. Penghalang itu terbuat dari petir, air dan asap untuk ilusi. Manusia mana yang mau melempar dirinya ke penghalang dan membunuh dirinya sendiri?” Fiona merasa ada yang aneh dengan Sean. Aura Sean berubah tidak sama seperti dulu. Kai yang mendengar ucapan sang Luna mulai sadar jika penghalang itu tidak mungkin ditembus oleh manusia biasa. Penghalang kuat bisa ditembus dengan mudah jika kau adalah seorang Demigod. Dimana seorang Demigod percampuran antara manusia biasa dan Dewa yang otomatis bisa hidup di keduanya. Sedangkan gadis yang di bawa Sean itu menggigit bibirnya gugup. Takut jika dia akan terusir dengan mudah. “Tapi buktinya dia bisa masuk kedunia kita!” bentak Sean Fiona terkejut mendengar bentakan Sean “Kalian kaum Immortal tidak sama dengan Monster yang bisa melewati penghalang itu. Para Monster hidup di waktu yang sama dengan Gaia, Uranus dan Kronos. Sedangkan kalian di anugerahi kehidupan oleh Dewi Selene atau yang biasa kalian sebut dengan Moon Goddess. Jika memang dia berasal dari dunia manusia hanya ada dua kemungkinan dia seorang Demigod atau seorang Monster” Setelah mengatakan hal itu Fiona melangkah pergi dari hadapan Sean. Sesaat setelah Fiona pergi Sean merasa ada yang aneh dengan dirinya. Dia tidak bisa mengontrol dirinya. “Antarkan dia kekamarnya. Aku harus menyusul Fiona” perintahnya pada Kai Gadis asing itu tersenyum sinis saat Sean melewati dirinya. Kai sekilas melihat senyum sinis gadis itu merasa ada yang tidak beres. Bahkan Kai tidak tahu siapa nama gadis itu. Tadi Sean dan Kai berpencar saat berburu dan saat kembali Sean membawa gadis asing itu. Dia bilang gadis itu penyelamatnya dan untuk sementara akan tinggal di pack. *** Saat Sean memasuki kamarnya dia melihat Fiona yang sedang berdiri di balkon kamar. Sean berjalan mendekati Fiona. Sean memeluk Fiona dari belakang dan menyusupkan kepalanya di perpotongan leher Fiona. “Ada apa kamu kemari?” suara Fiona terdengar ketus “Aku minta maaf akan ucapan ku tadi. Aku hanya tidak suka kamu tidak mempercayai ku, sayang” Fiona membalik badannya yang langsung berhadapan dengan Sean “Sean, aku mengatakan yang sebenarnya. Jika manusia mendekati penghalang dalam jarak 50 meter, mereka akan hangus karena terkena petir dari penghalang. Sean para Dewa tidak bodoh. Jika kamu mengatakan hal seperti tadi aku tidak menjamin jika Zeus tidak marah akan ucapanmu” jelas Fiona “Tapi dia memang gadis biasa” elak Sean “Sean kamu lupa siapa aku?” Fiona mendesah lelah. Kenapa Sean menjadi keras kepala dan terus membela gadis asing itu. “Apa maksudmu? Tentu saja aku ingat siapa dirimu?” jawab Sean tidak suka “Lalu jelaskan padaku, siapa diriku bagimu dan gadis asing itu?” “Kamu mateku dan kamu segalanya bagiku. Gadis itu hanya penyelamatku” jelas Sean “Jika benar gadis itu adalah penyelamatmu harusnya kamu pulangkan gadis itu kedunia manusia dimana dia berasal” “Tapi...” Fiona yang melihat Sean akan menyelanya segera berbicara, “jangan menyelaku” “Kamu bisa menggunakan portal untuk mengembalikannya tidak perlu sampai membawanya kemari. Aku tanya, apa dia tidak terkejut atau terkesan takut menghadapi Serigala yang besar dengan taring yang tajam sendirian dengan tangan kosong hanya untuk menyelamatkanmu? Aku tidak melihat dia membawa senjata tadi. Tidak ada manusia yang seberani itu. Bahkan jika manusia itu adalah lelaki, mereka lebih memilih lari dari pada mengantarkan nyawanya dengan percuma” Fiona melihat kearah mata Sean yang terlihat berbeda tapi Fiona masih belum tau apa yang membuatnya terlihat berbeda “Bicaralah padaku jika kamu sudah menemukan jawabannya” ucap Fiona final kemudian berlalu pergi dari hadapan Sean Sean menarik rambutnya frustasi. Apa yang salah dengan dirinya. *** Fiona mengetuk pintu rumah Kai, Beta Sean. Kai yang melihat kedatangan sang Luna merengut bingung. “Ada apa Luna?” “Boleh aku masuk dulu? Tidak enak berbicara di depan pintu seperti ini” Kai yang sadar dari kecerobohannya mempersilahkan sang Luna masuk kedalam rumahnya. Setelah Kai mempersilahkan Fiona duduk, Kai berjalan kearah dapur untuk membuat minum. Kai sedikit heran dan penasaran dengan kedatangan sang Luna yang mendadak. “Aku akan langsung saja. Ada apa dengan Sean hari ini? Kenapa mendadak dia pulang membawa gadis asing yang tidak jelas asal-usulnya. Sean bukan orang yang mudah di bodohi, bukan?” tanya Fiona to the point “Sebenarnya saya juga bingung Luna. Alpha melarang saya untuk bertanya. Saya yang merasa tidak ada yang aneh hanya menuruti perintah Alpha. Tapi saat kami tiba di mansion pack dan mendengar ucapan Luna saya tersadar. Jika hal itu cukup janggal. Selama ini tidak ada manusia yang bisa memasuki teritori kaum Immortal begitu pula sebaliknya” jelas Kai Seketika Fiona ingat dengan perkataan sang Oracle. Kegelapan datang, sakit tiada tara, perjalan penuh resiko ‘Apa maksud kegelapan dan sakit tiada tara adalah hal ini. Aku melihat aura hitam melingkupi gadis asing itu. Lalu apa aku akan melakukan perjalan Panjang setelah ini? Jika benar aku harus mempersiapkan semuanya’ “Kai, bisa aku minta bantuan padamu. Karena mungkin nanti aku tidak ada di sisi Sean” minta Fiona “Apa maksudmu, Luna?” Kai bingung dengan ucapan Fiona “Kau akan tahu nanti. Bisa bantu aku mengawasi Sean? Kau tahu sendiri bukan, jika aku tidak akan ada di sampingnya selama 24 jam” “Baik Luna. Tapi tidak akan ada yang terjadi pada anda bukan?” tanya Kai khawatir. Bagaimanapun Fiona adalah Luna di packnya. Seorang Luna adalah ibu bagi anggota pack. “Tidak ada, Kai” “Baik Luna” “Baiklah kalau begitu. Aku pergi dulu” Fiona berdiri dari duduknya dan berpamitan pergi. Fiona harus segera menyelidiki apa yang terjadi. Jika memang dia akan sakit hati karena Sean nantinya, dia harus mempersiapkan hatinya untuk itu. Yang dia bingungkan sekarang adalah perjalanan Panjang yang dikatakan sang Oracle. Dia tidak akan bisa pergi tanpa kembarannya. Tanpa sadar Fiona sudah berada di depan Mansion. Fiona mulai menghela nafas dia harus siap apapun yang terjadi di depannya. Saat membuka pintu mansion, Fiona disuguhi raut suram dari Sean “Darimana saja kamu Fiona?” “Pergi keluar sebentar. Aku hanya ingin jalan-jalan di pack. Aku bosan” jelas Fiona “Seharusnya kamu bilang padaku” rajuk Sean “Bukankah aku bilang padamu, bicara padaku jika kamu sudah menemukan jawabannya. Jadi bagaimana bisa aku bilang padamu” Seketika Sean ingat. Bagaimana dia bisa lupa pada ucapan Fiona yang bahkan masih belum sehari Fiona katakan. “Tidak bisakah kau lupakan hal itu dan kita kembali seperti biasanya?” Fiona menghela napas. Entah kenapa Fiona tidak yakin akan hal itu. Saat Fiona akan menjawab ucapan Sean, gadis asing itu muncul di belakang Sean dan langsung bergelayut manja di lengan Sean. Fiona menyerngit, kenapa Sean terkesan biasa saja dan tidak merasa risih dengan ulah gadis itu. “Sayang, dia Rachel. Aku tadi ingin memperkenalkan kalian berdua tapi kita keburu bertengkar” ucap Sean memperkenalkan gadis asing itu. “Aku tidak tanya dan tidak ingin tahu siapa gadis itu. Aku lebih ingin tahu ada apa denganmu?” tanya Fiona datar “Ada apa denganku?” Sean malah balik bertanya Fiona menunjuk kearah lengan Sean dengan matanya. Sean yang mengerti melihat kearah lengannya lalu kembali melihat kearah Fiona seakan bertanya ‘ada masalah?’ “Kamu tidak risih dengan perlakuan gadis itu? Bahkan saat salah satu putri dari clan Werewolf menyentuh lenganmu saja kamu sudah marah besar” “Ini hanya hal biasa Fiona. Tidak perlu dibesar-besarkan” jawab Sean santai Fiona yang mendengar jawaban Sean yang kelewat santai, emosinya naik. Dia benci hal yang menjerumus kearah perselingkuhan seperti ini. Saat Fiona menoleh kearah gadis asing itu, gadis asing itu tersenyum mengejek kearahnya. Fiona mengerti sekarang. Gadis itu sengaja menyamarkan baunya. Kaum Immortal yang bisa menyamarkan bau maupun keberadaannya hanya clan penyihir. “Ada apa kau kemari?” tanya Sean lembut. Fiona yang mendengarnya semakin tidak percaya. “Aku hanya merasa asing ditempat ini dan sedikit merasa ketakutan. Apalagi aku tinggal di tengah-tengah para Werewolf aku takut mereka akan menyerangku” ucapnya sok manja “Lalu saat kau menolong Sean kenapa kau tidak takut di bunuh oleh serigala liar itu?” tanya Fiona ketus “Aku tadi hanya berpikir untuk menyelamatannya hingga tidak takut jika nyawaku terancam” jawabnya “Lalu kau menolong Sean dengan apa? Seonggok kayu atau tangan kosong? Mana bisa kau menang melawan Rogue dengan hal seperti itu” ucapan Fiona semakin tidak enak di dengar “FIONA CUKUP” bentak Sean. “Aku tidak pernah menyukai gadis dengan tempramen seperti mu” ucap Sean tanpa sadar Fiona tersenyum miring, “Kamu tidak suka? Lalu kenapa kamu mengejar ku hingga mau terkena serangan dari protection? Lalu kenapa kamu mau mengumumkan ku menjadi Luna? Jika kaMu lupa Sean, aku memang seperti ini” ucapan Fiona memang datar tanpa ada perasaan tapi membuat Sean sadar akan ucapannya tadi. Saat akan mengejar Fiona yang melewatinya begitu saja tangannya di cekal oleh Rachel. Saat Sean akan marah karena gadis itu Sean harus kembali bertengkar dengan Fiona. Tetapi saat matanya menatap gadis itu entah mengapa rasa marah Sean menghilang digantikan tatapan memuja. “Sean, aku masih merasa takut disini. Bisakah kau menemaniku?” sesaat telah Rachel menyelesaikan kalimatnya warna matanya yang semula berwarna green bottle berubah menjadi hitam pekat. “Baiklah” Sean kemudian menggandeng tangan Rachel dan membawanya ke kamar Rachel. Beval, Gamma Sean yang tidak sengaja melihat itu menganga tidak percaya dan langsung berlari mencari sang Beta. Dia merasa ada yang salah dengan Sean *** To Be Continued
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD