Chapter 41

1303 Words

Pagi demi pagi berlalu dengan suasana yang masih sama. Ia terbangun dengan gorden yang sudah terbuka dan pakaian yang sudah di siapkan. Jangan lupakan pula jejak parfume yang sangat ia kenali, masih tercium di hidungnya meskipun samar. Setiap pagi Sean bangun dengan harapan, dengan rasa rindu yang membelenggu dan begitu menyiksanya.   Seperti pagi ini, ia segera bangkit seperti yang setiap hari ia lakukan dalam lima hari ini, akan tetapi selalu saja gagal. Ia tidak pernah berhasil bertemu dengan perempuan itu. Dia selalu menghilang bagai ditelan bumi setelah ia berusaha mengejar ke lantai dasar mansion keluarganya.   Sama seperti hari itu. Setelah ia melihat sosok perempuan di lantai dasar mansion-nya  berjalan cepat menuju lift, mengejar dengan secepat yang ia bisa. Akan tetapi begit

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD