“Aku tidak menduga Sean akan selambat ini.” Ujar Claretta seraya menatap jam di pergelangan tangannya. “Dia benar-benar hilang akal. Bahkan hingga tak memedulikan nasib calon anaknya sendiri.” ujar Claretta lagi kemudian melirik ke arah pintu ruangan tertutup yang merupakan tempat keberadaan Rose. “Jika aku jadi Rose aku lebih baik membesarkan anak itu sendiri daripada harus tinggal bersama lelaki yang bahkan hanya menginginkan anaknya saja. Enak sekali dia ingin anak tanpa harus pusing memikirkan nasib ibunya, padahal mengandung dan melahirkan mempertaruhkan nyawa.” Claretta mendesis. “Sean benar-benar brengsek.” “Atau mungkin Rose yang terlalu baik.” Claretta mengalihkan pandangannya ke arah Mix yang kini tengah menikmati segelas wine di tangannya. “Kau juga harus tahu .

