Gabe menggeram marah mendengarnya, dicobanya menggerakan tangan yang baru ia sadari dalam keadaan terikat. “Kau pikir dirimu akan bisa mengancamku? Kamu salah! Aku bukanlah pria lemah dan tanpa kekuasaan yang bisa kau kendalikan.” Dena membungkukan badan di hadapan Gabe. Sampai hidung mereka yang mancung saling bersentuhan. “Aku tau siapa dirimu dan aku tau kelemahanmu. Kalau kau menepati janjimu tidak akan berhubungan dengan Trisha, maka aku tidak akan menyakitinya.” Keduanya saling bertatapan dengan nafas mereka yang terdengar memburu. Tampak keduanya tidak mau mengalah. Namun, pada akhirnya Denalah yang memilih untuk bergerak menjauh. Ia meninggalkan ruangan tersebut dengan kaki dientakkan. Ia memerintahkan kepada penjaga yang berada di depan pintu kamar untuk menahan Gabe selama sat

