Trisha menepis kasar tangan wanita itu. Ia menolak untuk direndahkan oleh orang yang sama sekali tidak dikenalnya. “Mengapa kau tidak memperingatkan saja kekasihmu itu? Jangan-jangan kau itu termasuk salah seorang mainan Chris.” Wanita itu mendengus kasar tangannya terangkat hendak melayangkan pukulan ke wajah Trisha. Namun, Trisha dengan cepat menangkap tangan wanita itu lalu ia hempaskan dengan kasar. Ia sedang lelah, mengantuk dan juga lapar. Wanita itu sudah membangkitkan sisi lain dari dirinya yang selama ini tidak pernah ia kira miliki. Wanita itu sepertinya terkejut tidak menyangka ia berani melawan. “Dengar, Nona! Kau harus tau aku datang ke sini bukan untuk menggoda kekasihmu, atau lelaki mana pun juga. Aku hanya ingin mencari ketenangan,” tegas Trisha. “Apa yang kalian lakuka

