BAB 18

2277 Words

Suara burung kecil membangunkan Viki, tubuhnya kelelahan tetapi matanya enggan tertutup lagi. Diliriknya jam yang menunjukkan pukul 5 subuh. Adrian di sebelahnya memeluk pinggangnya erat. Wajahnya kembali memerah saat mengingat malam panas mereka. Adrian mengerjainya habis-habis, tak terhitung banyaknya puncak kepuasa yang mereka peroleh. Keduanya baru sepakat beristirahat sekitar jam 3 subuh. Viki berusaha meloloskan diri dari dekapan erat Adrian dan melangkahkan kakinya menuju kamar mandi. Sudah seminggu lamanya, hari ini dirinya dan Grace akan bertemu di sebuah kafe sebelum menjemput Evan. Viki memasuki café dengan mengenakan gaun hitam yang memeluk tubuhnya indah. Pelayan mempersilahkannya masuk dan menanyakan reservasi, setelah mengecek beberapa waktu seorang pelayan yang lain mengh

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD