Mendekati malam, Paul dan Cecile memutuskan untuk pulang kembali ke mansion mereka beserta Adrian. Viki mengantar mereka menuju pintu keluar, Adrian masih menatapnya dalam sementara Paul dan Cecile sudah berlalu pergi. “See you tomorrow.” Kata Adrian pada akhirnya. “Please don’t.” lirih Viki, dia menunduk tidak ingin menatap Adrian. Adrian menghela napas dan mengangkat dagu Viki lembut, “Okay.” Adrian mengecup kening Viki lembut, “Telepon aku jika kamu siap. Aku akan menunggu.” Bisik Adrian dan memeluk hangat Viki. Selepas kepergian Adrian, Grace menunggunya dengan tatapan membunuh di ruang tamu. “Aku enggak tahu kalau Adrian ayah Evan.” Suara Grace bergetar menahan amarah. “I am sorry.” Kata Viki dan memilih duduk. “For God’s sake! Kenapa kamu bisa jatuh ke tangan b******n itu!!!” s

