Setelah kepergian Andre aku tak kuasa lagi membendung kesedihan yang aku rasakan, sejujurnya ada perasaan lega setelah melihat Andre kembali dengan keadaan baik-baik saja. Awalnya terpikir olehku untuk menanyakan langsung padanya siapa anak perempuan yang bersamanya di foto tapi niatan itu aku urungkan karena aku pikir lebih baik aku mencari tahunya sendiri, aku tidak mau kalau sampai Andre berbohong kepadaku lagi. Di dalam kamar Andre berbaring diatas ranjang dengan perasaan gundah, ingin rasanya dia kembali ke kamarku dan memberikan berbagai alasan agar aku mau memaafkannya tapi tiba-tiba terlintas pikiran kalau tidak seharusnya dia merasa bersalah padaku dan merasa gundah hanya karena diabaikan olehku. “Sadar Ndre, untuk apa kamu merasa sedih hanya karena memikirkan sikap Felycia.” Uc

