Andre menutup pintu kamarnya. “Ada apa lagi sih mas? Kalau kamu tidak mau aku tidur di kamar kamu ya sudah kamu tinggal bilang.” “Terus kamu mau lihat Sarah sedih karena saya menolak permintaannya?” “Ya, semua terserah kamu mas, kalau Sarah mau dia bisa tidur denganku, tapi kamu juga pasti tidak memberi izin kan?” “Kamu ingat ya..” Perkataan Andre terhenti, aku sengaja menghentikan ucapannya. “Iya, aku ingat. Kamu membiarkan aku tidur di kamar kamu demi Sarah, jadi aku ngga boleh geer, aku ngga boleh pikir macam-macam. Terus aku ngga boleh bersikap aneh-aneh, aku ngga boleh ngomong sembarangan di depan Sarah. Apa lagi? O iya, aku ngga boleh pegang barang-barang kamu? Apa lagi mas?” Ucapku. Andre terdiam, kini dia tahu kalau aku sudah bisa menebak apa yang akan dia katakan padaku.

