Kebohongan Dafa

1138 Words

“Apa? Berhenti?” “Iya. Makasih ya, sudah diterima kerja di sini satu bulan ini.” “Ya nggak bisa mendadak gini dong, Riyan. Aku harus cari pengganti kamu dulu.” “Aku test minggu depan, mungkin sebelum test aku masih bisa bantu kamu, sambil manunggu kamu mendapatkan penggantiku.” “Nah gitu dong, jangan mendadak berhenti. Ah! Ngaget-ngagetin aja!” Dafa menepuk bahuku. Lega. “Ya udah, aku hubungi istriku dulu. Aku katakan kalau dalam beberapa hari aku masih harus bekerja.” “Oke.” Riyan menjauh, lalu menelepon istrinya. Ia menjelaskan kalau masih harus bekerja dalam beberapa hari lagi. Kayla mengiyakan, kemudian berpesan supaya suaminya hati-hati di jalan. Jika biasanya Riyan membawa bekal kali ini tidak, karena awalnya ia berniat untuk pamit saja. Akhirnya hari itu mereka keluar kota. S

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD