“Pesan pecel lelenya dua ya, Pak!” “Baik, Mas.” Aku kembali ke kursi di mana Kayla menunggu setelah memesan makanan. Hari ini, aku memutuskan untuk membeli sepeda motor bekas yang mesinnya masih bagus. Alhamdulillah, setelah satu bulan bekerja sebagai kernet bis, gaji pertama kami terima. Kami menutupi kekurangan biaya untuk membeli sepeda motor dengan mengambil sedikit tabungan yang ada. Malam ini, kami mencoba sepeda motor untuk makan di luar. “Mas, bukankah lebih baik makan di rumah saja?” “Sekali-kali nggak masalah kan, Kay kita makan di luar.” Dulu, aku sering mengajaknya makan ke berbagai macam restoran dan rumah makan. Sekarang, aku hanya mampu membawanya ke warung pecel lele, inipun tidak bisa setiap hari. “Maaf ya, Mas hanya bisa ngajak kamu makan di sini.” Kayla menatapku

