Ayah ...

1263 Words

“Ayah, kebetulan semalam Om Riyan bilang kalau sepertinya, dalam beberapa hari ini, dia tidak akan sempat melihat mobilnya di bengkel itu, lagi pula tempatnya lumayan jauh, jadi sepertinya tidak bisa. Bukankah begitu, Om?” “Oh iya, aku baru ingat.” “Ya sudah tidak apa-apa. Kalau begitu ayah temani Kayla di rumah saja.” “Aku baru ingat kalau ada sesuatu yang harusnya ayah tahu, yang pasti jika ayah tahu, ini akan membuat ayah sangat bahagia dan tidak akan mau jauh-jauh dari putri ayah ini,” ujar Om Riyan. “Oh ya? Apa itu Nak Riyan.” Aku dan Kayla saling pandang dengan senyum bahagia. “Kamu aja yang kasih tahu ayah, Sayang.” Aku mengangguk, lalu memegang tangan ayah, tanpa berkata apa-apa aku menuntun tangan ayah untuk memegang perutku. Karena baru memasuki bulan ke tiga, jadi belum t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD