Di jalan, hal yang tidak pernah Riyan lakukan kembali membuat Kayla merasa di awang-awang. Laki-laki itu terus memegang sebelah tangannya seperti dua insan yang sedang di mabuk asmara. Katanya, ia berusaha menyatukan hatinya dan hati istrinya supaya saling terikat. "Om, dari semalam Om itu bikin Kay gugup." "Loh kok gugup? Kamu nggak suka Om bersikap manis sama kamu?" "Suka, tapi terlalu mendadak. Kay jadi bingung harus bersikap bagaimana." "Terima saja. Ini cara Om menata rasa ke kamu supaya semakin dalam. Om pengennya buat kamu bahagia, nggak lagi bikin kamu nangis dan sakit hati." Kayla tersenyum tipis. "Makasih, Om." Sampai di kantor, Riyan memarkir mobilnya di samping kantor, lalu mereka turun bersamaan. Riyan membuka bagasi dan mengambil koper yang berisi pakaian-pakaian mere

