Apa ... Mungkin?

1131 Words

“Arggh!” teriak Aldi sembari menendang mobilnya setelah sampai di parkiran. “Apa Riyan sudah tahu sepak terjang kita?” tanya Tiara ikut kebingungan. “Entah sampai mana dia memata-matai kita. Bagaimana dengan berkas-berkasnya? Apa sudah diserahkan dengan pihk notaris?” “Sudah, semoga mereka mengerjakannya tidak lama.” “Syukurlah kalau begitu aku pulang dulu. Aku akan cari tahu sejauh mana dia mengawasi kita.” Tiara mengangguk. Aldi masuk ke dan duduk di belakang kemudian, menghidupkan mesinya, setelahnya pergi dari sana. Putra yang mengawasi memotret kejadian demi kejadian tanpa ada yang terlewatkan. Ia mengirim foto-foto itu ke pada Riyan. Laki-laki itu tersenyum tipis saat melihat foto-foto Aldi yang nampak marah-marah di sebuah parkiran dengan Tiara. Ia tahu, anak itu pasti akan ma

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD