Lusi berada di pangkuan Wira, mereka saling memandang sejenak sangat dekat. Jantung Lusi berdebar kencang lalu bibir Wira mulai mendekati bibir Lusi. Bibir keduanya sudah hampir bersentuhan, tapi seketika Lusi tersadar, Lusi memejamkan matanya dan memalingkan wajahnya. Wira yang melihat reaksi Lusi langsung menghentikan bibirnya. "Saya bukan tipe pria yang memaksa wanita. Hubungan itu harus saling menikmati bukan menyakiti. Bukalah matamu dan kita lanjutkan pekerjaan. Kita harus segera menyelesaikannya dan pergi beristirahat". Lusi perlahan membuka matanya dan bangun dari pangkuan Wira. Lusi duduk di sofa lain lalu mengambil laptopnya. Lusi menyusun tulisan untuk surat kerjasama dan Wira merevisinya lalu setelah selesai mereka pergi ke kamar masing-masing. "Istirahatlah dan lupakan ke

